Skip to search.
mayapadaprana · The Indonesian Lightworkers List

Group Information

  • Members: 1920
  • Category: Meditation
  • Founded: Mar 25, 2004
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
You can set the sort order of messages? Just click on the link in the date column. Your preferences will be remembered, so you don't have to do it again when you return.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 2486 - 2517 of 24079   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages 2486 - 2517 of 24079   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#2486 From: "A. Setiadi" <asetiadi@...>
Date:: Fri Oct 7, 2005 8:17 pm
Subject: Allah or Jesus?
dearborn435
Send Email Send Email
 
The Muslim religion is the fastest growing religion per capita  in
the United States: ( because they have large families and they do
not abort the unborn)

Allah or Jesus? by: Rick Mathes

Last month I attended my annual training session that's required for
maintaining my state prison security clearance. During the training
session there was a presentation by three speakers representing the
Roman Catholic, Protestant and Muslim faiths, who explained each of
their belief systems. I was particularly interested in what the
Islamic Imam had to say. The Imam gave a great presentation of the
basics of Islam, complete with a video. After the presentations,
time was provided for questions and answers.

When it was my turn, I directed my question to the Imam and asked:
"Please, correct me if I'm wrong, but I understand that most Imams
and clerics of Islam have declared a holy jihad [Holy War] against
the infidels of the world.  And, that by killing an infidel, which
is a command to all Muslims, they are assured of a place in heaven.
If that's the case, can you give me the definition of an infidel?"
There was no disagreement with my statements and, without
hesitation, he replied, "Nonbelievers!"
I responded, "So, let me make sure I have this straight. All
followers of Allah have been commanded to kill everyone who is not
of your faith so they can go to Heaven. Is that correct? The
expression on his face changed from one of authority and command to
that of a little boy who had just been caught with his hand in the
cookie jar. He  sheepishly replied, "Yes."
"Well, sir, I have a real problem trying to imagine Pope John Paul
commanding all Catholics to kill those of your faith or Dr. Stanley
ordering Protestants to do the same in order to go to Heaven!"
The Imam was speechless.

I continued, "I also have a problem with being your friend when you
and your brother clerics are telling your followers to kill me.  Let
me ask you a question.  Would you rather have your Allah who tells
you to kill me in order to go to Heaven, or my Jesus who tells me to
love you because I am
going to Heaven and He wants you to be with me?" You could have
heard a pin drop as the Imam hung his head in shame.

   Needless to say, the organizers and/or promoters of the
diversification-training seminar were not happy with Rick's way of
dealing with the Islamic Imam and exposing the truth about the
Muslim's
beliefs.  I think everyone in the US (and Canada) should be
required to read this, but with the liberal justice system, liberal
media, and the ACLU, there is no way this will be widely publicized.
Please pass this on to all your email contacts. This is a true story
and the author, Rick Mathes, is a well-known leader in prison
ministry.  "I would hope you would share this with your entire email
addresses.  They have a right to  know what is going on in "Our"
United States of America..." And if this story offends any one, then
we have a serious problem.



  Hendro Herlambang


asetiadi@...

#2487 From: "si Brewok" <red_conjurer@...>
Date:: Sat Oct 8, 2005 5:33 am
Subject: Re: Allah or Jesus?
red_conjurer
Send Email Send Email
 
Kebetulan saja Rick bertemu dengan ulama yang berpikiran demikian.
Saya juga pernah bertemu dengan pastur/pendeta yang punya pemikiran
sejenis, yang belum bisa menerima perbedaan sebagai satu anugerah.

Yang repotnya adalah, jika para pembaca email ini di Amrik sono lalu
main hantam kromo saja mengatakan bahwa inilah wajah Islam dan para
pemeluknya. Saya pikir, kita2 di milis ini yang sekian lama belajar
untuk membuka hati dan pikiran tidak ikut2an menggeneralisir dgn cara
demikian.

Mengenai istilah Allah atau Jesus (yg dianggap Allah oleh para
devoteenya), itu juga usah dipermasalahkan. Marilah kita mulai
beranjak dari platform hakekat, tidak melulu meributkan soal bentuk
saja.

Salam
brewok

#2488 From: "mangucup88" <mang.ucup@...>
Date:: Sat Oct 8, 2005 12:00 pm
Subject: Yuuu...uk - Buruan Bunuh Diri !
mangucup88
Send Email Send Email
 
Sdr Arie Saptaji mengajukan pertanyakan: "Benarkah hidup ini tidak
patut lagi dijalani bila "kualitas"-nya dipertanyakan? Sampai sejauh
mana hidup mesti terus dipertahankan? "

Menurut mang Ucup dimana bukan hanya sekedar harga BBM saja yg naik,
bahkan harga kebutuhan se-hari2 pun sdh naik setinggi langit.
Hidupun sdh dililit hutang sampai ke ubun2, boro2 untuk biaya Dr
ataupun rumah sakit, untuk biaya hidup se-hari2 saja sdh ngos2an,
maka dari itu buat apa nerusin hidup yg tidak berkualitas lagi,
lebih baik kita buruan rame2 bunuh diri saja; masalahnya sedang
ngetren neh!

Bagi mereka yg udah bener2 kebelet ingin buruan bunuh diri, tapi
tidak tahu bagaimana caranya, Anda bisa menghubungi group
seperti "Exit" atau "Right to Die" atau self studi dirumah melalui
buku pembimbing bunuh diri, "Let Me Die Before I Wake" disitu
dipaparkan dgn jelas berbagai macam teknik untuk bunuh diri secara
cepat dan enak, lengkap dgn daftar dari berbagai macam obat2an yg
tokcer dan cespleng agar bisa buruan pulang kampuang, mulai dari
baygon s/d racun tikus. Di USA lebih dari 30.000 orang per th yg
melakukan bunuh diri.

Tiap orang berhak untuk melakukan apa saja dgn tubuhnya, mulai dari
potong rambut s/d potong kelamin dan mulai dari memperbesar kelopak
mata s/d buah dada semuanya ini oce2 saja, tetapi tidak tiap orang
berhak untuk memilih kematiannya sendiri.

Sehingga timbullah pertanyaan MATI itu hak siapa? Sejak Socrates
meminum racun (hemlock) dan memilih suicide is a remedy for
unbearable pain, mati bukan cuma proses lepasnya jiwa dari raga.
Bahkan filsuf kontemporer Frederich Nietzche dalam
kitabnya ''Zarathustra'' pernah menyatakan, ''Matilah pada saat yg
tepat.''

Tiap orang yg punya rasa kasih akan menembak seekor kuda yg terjebak
di dlm kandang yg terbakar, dan apakah seorang Dr berkewajiban untuk
membantu bayi yg cacad total sejak dilahirkan, apabila bayi tsb
tiba2 berhenti bernafas? Apakah kehidupan seseorang harus
dipertahankan terus, apabila ia tidak bisa disembuhkan lagi dan
dimana hidupnya hanya tergantung dari slang dan mesin saja?

Dan sejak tgl 16 Mei kemarin negara Belgia adalah negara ketiga di
Eropa setelah Belanda dan Catalonia (propinsi di Spanyol) yg
mengijinkan Euthanasia.

Kata Euthanasia berasal dari bhs Yunani yg berarti kematian yg baik
atau tanpa rasa sakit. Dlm bhs Jerman lebih dikenal dgn kata
Sterbehilfe = help to die. Ada dua macam euthanasia: Aktif dan
Pasif. Yg pertama adalah mencabut kehidupan untuk menghindari
penderitaan dan yg kedua adalah membiarkan kematian terjadi untuk
menghindari penderitaan. Yg pertama si pasien menyetujui kematiannya
dan yg berikutnya tidak. Euthanasia aktif berarti menghasilkan
kematian sedangkan eutanaisa pasif berarti mengijinkan kematian.

Euthanasia aktif ini sama dgn pembunuhan, sedangkan euthanasia pasif
berarti "mengijinkan" kematian. Euthanasia pasif yg wajar berarti
mengijinkan kematian terjadi secara wajar dgn menolak alat2 maupun
mesin2 yg tidak wajar untuk mempertahankan kehidupan, secara moral
hal yg terakhir ini, mungkin ini bisa diterima.

Tiap orang mempunyai hak untuk mendapatkan kematian yg baik dan yg
bermatabat, tetapi kematian yg perlahan, menyakitkan dan tanpa
mengenal ampun , bukanlah satu kematian yg bermartabat, bahkan
merendahkan sifat2 kemanusiaan kita. Kenapa kita mengijinkan aborsi,
tetapi euthanasia tidak?

Menurut mang Ucup Euthanasia adalah satu tanda bakti kasih sayang
kepada orang yg menderita, jadi ini benar2 sesuai dgn ajaran agama
yg selalu mengutamakan kasih! Dan apakah Anda tahu bahwa bukan hanya
sekedar pasiennya saja yg menderita, melainkan anggota keluarganya
juga turut menderita. Dengan mempercepat kematian yg tidak dapat di
elakan, bukan hanya sekedar meringankan penderitaan sang pasien,
tetapi juga melepaskan beban finansial berat yg harus ditanggung
oleh keluarganya.

Di Holland sekarang kita bisa ikutan kursus "Bagaimana caranya
membunuh dgn baik!" , ini tidak dilarang, bahkan dianjurkan oleh
pemerintah setempat. Kursus ini diberikan untuk para Dr yg ingin
membunuh pasiennya! Kenapa? Karena Holland adalah negara pertama di
dunia ini yg menghalalkan pembunuhan - suntik mati bagi pasiennya yg
lebih lazim dgn sebutan "euthanasia".

Permohonan untuk bunuh diri di Holland saja diperkirakan per th-nya
mencapai 20.000 orang dan 3.200 orang yg telah benar2 dibunuh oleh
Dr. nya. Jadi kalau mau bunuh diri datanglah ke Holland sambil minum
kopi dahulu dgn mang Ucup. Ingat Anda tidak perlu beli return
ticket, one way ticket saja sdh cukup, karena pulangnya langsung
melalui jln tol menuju keatas.

Pertanyaan: apakah kalau kita menolak pengobatan ini berarti bunuh
diri, karena kita menyadari bahwa keluarga kita itu sebenarnya tidak
mampu untuk membiayainya? Disamping itu bukankah setiap manusia
berhak untuk memilih kematiannya secara wajar dan alamiah dgn
menolak alat2 untuk mempertahankan kehidupan yg tidak wajar, seperti
mesin jantung dan paru2? Dan apabila seorang perawat di rumah sakit
mendapatkan tugas untuk mecabut tabung infus dari seorang pasien yg
dapat mengakibatkan kematian dari pasien tsb bisa dinilai sebagai
membunuh?

Mohon petromaksnya !

Maranatha
Mang Ucup
Email: mangucup@...
Homepage: www.mangucup.net

#2489 From: "dewa brata" <bugullor@...>
Date:: Mon Oct 10, 2005 4:24 am
Subject: Re: Allah or Jesus?
bugullor
Send Email Send Email
 
maksudnya email ini apa?

saya gak setuju dengan penindasan terhadap agama lain
tapi saya juga adalah seorang muslim
anda bertanya kenapa ada jihad?
jika itu ditanyakan maka seharusnya imam itu bisa menjelaskan,bahwa
jihad pantas dilakukan jika kita sudah terdesak.salah satu daripada
penyebab jihad adalah ditekannya kehidupan beragama dan juga
pengusiran dari kota kediaman tempat kita.
tulisan itu berkata bagaimana jika paus menyatakan membunuh orang yang
berkeyakinan lain?
dan apa saudara pikir itu tak pernah dilakukan oleh paus?bagaimana
dengan kisah penyerbuan tentara salib ke yerusalem yang diserukan oleh
paus saat itu?apa itu bukan berarti penghancuran buat mereka yang
beragama lain?
belum perang saudara antar kristen sendiri?antara katolik dan
protestan seperti terjadi di irlandia
atau upaya penjajahan daerah daerah oleh spanyol dan portugis dengan
tujuan melenyapkan bangsa moor (ditafsirkan sebagai seluruh umat islam
dimanapun)

saya gak menyukai perdebatan agama
saya gak mau mendebat agama lain
tapi saya juga tak suka agama saya dilecehkan

terimakasih
dewabrata
manusia biasa






--- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "A. Setiadi" <asetiadi@m...> wrote:
> The Muslim religion is the fastest growing religion per capita  in
> the United States: ( because they have large families and they do
> not abort the unborn)
>
> Allah or Jesus? by: Rick Mathes
>
> Last month I attended my annual training session that's required for
> maintaining my state prison security clearance. During the training
> session there was a presentation by three speakers representing the
> Roman Catholic, Protestant and Muslim faiths, who explained each of
> their belief systems. I was particularly interested in what the
> Islamic Imam had to say. The Imam gave a great presentation of the
> basics of Islam, complete with a video. After the presentations,
> time was provided for questions and answers.
>
> When it was my turn, I directed my question to the Imam and asked:
> "Please, correct me if I'm wrong, but I understand that most Imams
> and clerics of Islam have declared a holy jihad [Holy War] against
> the infidels of the world.  And, that by killing an infidel, which
> is a command to all Muslims, they are assured of a place in heaven.
> If that's the case, can you give me the definition of an infidel?"
> There was no disagreement with my statements and, without
> hesitation, he replied, "Nonbelievers!"
> I responded, "So, let me make sure I have this straight. All
> followers of Allah have been commanded to kill everyone who is not
> of your faith so they can go to Heaven. Is that correct? The
> expression on his face changed from one of authority and command to
> that of a little boy who had just been caught with his hand in the
> cookie jar. He  sheepishly replied, "Yes."
> "Well, sir, I have a real problem trying to imagine Pope John Paul
> commanding all Catholics to kill those of your faith or Dr. Stanley
> ordering Protestants to do the same in order to go to Heaven!"
> The Imam was speechless.
>
> I continued, "I also have a problem with being your friend when you
> and your brother clerics are telling your followers to kill me.  Let
> me ask you a question.  Would you rather have your Allah who tells
> you to kill me in order to go to Heaven, or my Jesus who tells me to
> love you because I am
> going to Heaven and He wants you to be with me?" You could have
> heard a pin drop as the Imam hung his head in shame.
>
>   Needless to say, the organizers and/or promoters of the
> diversification-training seminar were not happy with Rick's way of
> dealing with the Islamic Imam and exposing the truth about the
> Muslim's
> beliefs.  I think everyone in the US (and Canada) should be
> required to read this, but with the liberal justice system, liberal
> media, and the ACLU, there is no way this will be widely publicized.
> Please pass this on to all your email contacts. This is a true story
> and the author, Rick Mathes, is a well-known leader in prison
> ministry.  "I would hope you would share this with your entire email
> addresses.  They have a right to  know what is going on in "Our"
> United States of America..." And if this story offends any one, then
> we have a serious problem.
>
>
>
>  Hendro Herlambang
>
>
> asetiadi@m...

#2490 From: "dewa brata" <bugullor@...>
Date:: Mon Oct 10, 2005 4:33 am
Subject: Re: PATUNG BUDHA & ISLAM DI AFGANISTHAN ( buat Silvana Mangano )
bugullor
Send Email Send Email
 
masa lalu ya masa lalu
dengan mengungkapkan itu tidak lantas terus merasa bahwa pengikut wali
itu berbuat salah
yang salah adalah pendekatanya....tentunya
dan terus bagaimana?
harusnya kita kembali kepada budaya kita masing masing
berislamlah sesuai budaya kalian...
islam,tapi tidak arab
hindu,bukan india
kristen,bukan barat
konghucu,bukan cina
budha,bukan tibet

salam
dewabrata
jakarta

--- In mayapadaprana@yahoogroups.com, Surya Narendra <surynarend@y...>
wrote:
> Buat Silvana Mangano.
>
> Diakui atau tidak diakui hal serupa atau mirip mirip telah / pernah
terjadi di Indonesia.
> Ketika Wali Sanga mulai mengembangkan agama islam hal ini pernah
dilakukan.
> Tercatat yang paling aktif adalah dari Sunan Bonang.
> Beberapa situs dan candi telah musnah.
> Lontar - lontar agama yang terdahulu, susah ditemukan ditanah jawa (
banyak ditemukan di
> Pulau Bali ). Hanya beberapa saja itupun bukan naskah asli.
> Karena memang ada gerakan yang mirip - mirip seperti di Afganistan.
> Oleh sebab itu ada dugaan kuat candi borobudur nyaris juga di
musnahkan tapi cepat
> ditimbun atau di tutup tanah.
> Sehingga candi borobudur yang posisinya diatas bukit ditemukan dalam
kondisi tertimbun tanah secara total padahal posisinya ada diatas bukit.
> Padahal tidak ada peristiwa banjir besar ataupun letusan gunung
diderah tersebut.
> Itu kalau dilihat dari peristiwa alam.
> Karena gerakan tersebut juga banyak eksodus dari tanah jawa menuju
tanah Bali.
> Hal ini mulai mereda karena gerakan dari Sunan Kalijaga yang lebih
lunak menggunakan metode merasuk kedalaman beberapa tradisi tradisi
jawa kuno.
> Banyak tradisi islam yang ada ditanah jawa tidak terdapat didalam
tradisi islam yang asli
> dari tanah arab.
> Ini semua adalah hasil gerakan dari sunan kalijaga.
> Termasuk lagu ilir ilir yang sangat terkenal itu, menurut sejarah
kuno, ilir ilir bukan sekedar
> nyanyian biasa tapi adalah mantra yang sangat kuno, ada beberapa
kata yang diganti.
> Mantra yang kuno yang berkaitan dengan kesuburan dan upaya utk
membangkitkan atau menyembuh orang yang sakit atau hampir mati.
> Tapi dirubah menjadi suatu lagu yang berisi nasehat dan pengharapan.
> Syair telah berubah tapi lagu tetap original.
>
> Sejarah tetap sejarah, walaupun pahit tetap pernah terjadi tapi
bukan menjadikan sesuatu yang mengganjal atau menciptakan dendam yang
tak berujung.
> Itulah kimat kecil. Setiap masa dan waktu punya kiamat masing
masing. Ada akhirnya sendiri
> sendiri.
>
> Dari segi terknologi...., pita kaset sudah mulai memasuki masa
kiamat, karena mulai diganti dengan piringan / disk.
>
> Mesin ketik manual mulai memasuki masa kiamat karena sudah
digantikan dengan mesin ketik listrik dan komputer-komputer.
>
> Satu lagi...
> Dan sekarang pun tetap berlaku (mirip tapi tidak sama )....tidak
dalam konteks agama tapi konteks bisnis, banyak bangunan kuno dan
bersejarah yang diganti menjadi mall atau pusat bisnis yang lain.
>
> Ciao..
>
> silvana mangano <prameswarijabar@y...> wrote:
> Salam
>
> Ini ada tulisan dari milis negara tetangga,yang cukup baik untuk
disimak dalam konteks bulan Ramadhan ini,aku takut apabila ini juga
terjadi dinegara kita seperti Candi Borobudur , Kumpulan pura di Bali,
Peninggalan Sejarah di Irian ataupun didaerah-daerah lain,Insya Allah
tidak terjadi dinegara Indonesia Ini
>
> Salam
> Sil
>
>
> Beberapa lama dahulu, sebelum serangan Amerika Syarikat di
Afghanistan, masyarakat dunia telah dikejutkan dengan pemusnahan
patung Budha Bamiyan . Patung itu dikatakan telah berusia lebih dari
dua ribu tahun, dan terletak di Afghanistan yang pada masa itu di
bawah kekuasaan kerajaan Taliban.
>
>
> Walaupun telah mendapat bangkangan seluruh dunia, termasuk
ulama-ulama Islam yang terkenal seperti Yusuf Qardawi, namun kerajaan
Taliban tidak mengambil pusing akan segala bantahan tersebut.
Kehadiran Qardawi dan kumpulannya ke Afghanistan hanya menyaksikan
patung tinggalan lampau tersebut telah tersungkur menyembah bumi.
>
>
> Terdapat beberapa pandangan oleh mereka yang berminat dalam mengkaji
pemikiran Taliban ini. Salah satu pendapat mengatakan bahawa tindakan
Taliban itu bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat dunia
terhadap negara dan keadaan masyarakat Afghanistan yang telah musnah
oleh peperangan sesama mereka. Negara mereka menghapi kekurangan
segala perkara asas untuk hidup termasuklah makanan, pakaian dan
tempat perlindungan.
>
>
> Mereka memusnahkan patung tersebut kononnya kerana marah dengan
sikap masyarakat antarabangsa yang berjanji untuk mengeluarkan
peruntukan untuk memulihkan khazanah sejagat. Menurut Taliban,
masyarakat antarabangsa lebih berminat dengan patung berbanding
manusia-manusia yang hidup di Afghanistan.
>
>
> Namun demikian banyak pendapat yang menyatakan bahawa hujah Taliban
itu tidak kukuh. Sebelum ini pun. Pihak Taliban telah banyak melakukan
pelbagai perkara berkaitan dengan fahaman Islam mereka. Antara lain,
mereka telah mengharamkan televisyen, radio, fotograf dan pelbagai
jenis sukan yang kononnya tidak selari dengan Islam mengikut fahaman
mereka.
>
> Oleh itu, pemusnahan patung ini hanyalah salah satu daripada siri
kepimpinan Taliban menegakkan Islam di Afghanistan. Kalaulah mereka
mengharamkan tontonan televisyen, sudah pastilah patung, yang dianggap
berhala perlu dimusnahkan sebagaimana kisah Nabi Ibrahim di dalam
Al-Quran.
>
>
> Di dalam negara, sebuah kerajaan negeri yang mendapat kuasa selepas
pilihanraya 99 yang lalu, mula menunjukkan beberapa bentuk keislaman
ala mereka. Mereka telah memindahkan beberapa patung yang pada
anggapan mereka bersalahan dengan ajaran Islam. Di Terengganu, patung
penyu telah dipindahkan dari kedudukannya yang sudah berpuluh-puluh
tahun di sebatang jalan ke sebuah stor majlis perbandaran.
>
>
> Kerajaan negeri Terengganu asalnya menyatakan agama melarang membuat
dan mempamer patung-patung. Setelah mendapat tekanan dan kritikan
daripada pihak-pihak tertentu, mereka mengubah alasan mereka dengan
menyatakan bahawa patung penyu tersebut mengganggu pandangan
jalan-jalan. Nampaknya, penggunaan patung penyu sebagai ikon negeri
khususnya untuk menarik pelancong telah disamakan dengan patung dalam
konsep agama serta perlu dimusnahkan.
>
> Di Kelantan, hal yang hampir sama telah berlaku. Patung-patung
kijang yang selama ini sinonim dengan lambang negeri Kelantan telah
dimusnahkan. Tempatnya telah digantikan dengan lambang rehal dan kitab
al-Quran. Asas pemikirannya hampir sama dengan cerita Terengganu iaitu
patung yang berfungsi sebagai lambang negeri telah dianggap berlawanan
dengan ajaran Islam.
>
> Asas kepada larangan patung-patung tersebut seringkali dirujuk
kepada kisah Nabi Ibrahim yang memusnahkan patung-patung milik Raja
Namrud. Kisah kemusnahan ini digambarkan dalam al-Quran yang berakhir
dengan Nabi Ibrahim dibakar ke dalam api. Sesetengah ulama silam,
seperti Imam Nawawi berhujah bahawa Islam melarang pengukiran
patung-patung ataupun melukis gambar-gambar benda bernyawa. Islam
hanya mengizinkan untuk melukis benda-benda yang tidak hidup seperti
alam semulajadi.
>
>
> Larangan ini disandarkan kepada hujah bahawa melukis benda bernyawa
seolah-olah mencabar ciptaan Tuhan dan di akhirat pelukis dan pengukir
patung dikehendaki memberi nyawa kepada ciptaan, lukisan ataupun
ukiran mereka itu.
>
>
> Sesekali difikirkan, adakah para ulama ini terlupa bahawa
benda-benda hidup termasuk manusia dan haiwan juga ciptaan Tuhan yang
mengagumkan, tidak terhad kepada alam semulajadi sahaja. Larangan ini
seakan-akan menyatakan bahawa manusia mampu menandingi kuasa Tuhan
hanya dalam meniru alam (yang kononnya tidak hidup), sedangkan
kedua-duanya adalah ciptaan Tuhan untuk manusia.
>
>
> Hasil kesenian Islam klasik, termasuk dari kerajaan Islam India yang
lama (Ghaznawi mahu pun Mamluk) ataupun kerajaan Iran dahulu kala amat
tolerance dengan lukisan dan patung-patung. Mereka banyak menghasilkan
patung dan ukiran yang menceritakan tentang keagungan sultan dan
kehidupan masyarakat zaman dahulu. Daripadanya kita dapat tahu lebih
banyak dan jelas tentang sejarah kerajaan-kerajaan tersebut.
>
>
> Bagaimana ulama yang datang kemudian mengharamkan segala patung dan
lukisan ini. Adakah hal ini berkaitan dengan semakin tidak terbukanya
fahaman Islam sesetengah kalangan kita sehinggakan segalanya ingin
diharamkan.
>
>
> Masih ada di kalangan orang Islam di serata dunia yang begitu kolot,
sehingga mengharamkan pengambilan foto. Di Afghanistan, gambar
pemimpin tertinggi Taliban tidak boleh didapati secara jelas pada hari
ini kerana kepadanya foto adalah haram. Foto yang ditunjukkan akhbar
selalunya foto yang diambil secara candid sahaja.
>
>
> Sekali-sekala, media media tertentu terutamanya dari Barat mencuit
pemikiran kita dengan menyiarkan gambar, kononnya gambar Nabi Muhamad
SAW. Setiap kali gambar-gambar tersebut disiarkan, kita menjadi gempar
dan mengutuk penerbitan tersebut. Mereka lalu Memohon maaf, tetapi
kemudian mereka melakukannya lagi berkali-kali.
>
>
> Saya terfikir, kebimbangan kita yang begitu mendalam terhadap
penyiaran gambar-gambar begini berpunca daripada keraguan kita
terhadap keimanan orang Islam kita, dan bukannya sangat merasakan
penghinaan akibat tersiarnya gambar-gambar tersebut. Kita risau
sekiranya akan ada orang kita yang memuja apa yang dinyatakan sebagai
gambar Nabi.
>
>
> Berkait dengan lukisan, patung dan foto ini juga, berlaku suatu
keadaan yang agak melucukan. Para pemimpin negeri yang memusnahkan
patung-patung ikon negeri seperti penyu dan kijang ini tidak pula
menghadapi masalah dengan gambar-gambar mereka pada poster-poster
pilihan raya. Dengan kata lain, mereka menghalalkan wajah mereka
digunakan secara leluasa sebagai bahan kempen. Nampaknya, patung dan
gambar, samada dilukis ataupun difotokan menggunakan kamera mempunyai
hukum yang berbeza-beza.
>
>
> Segala hal ini menunjukkan kepada kita semua bahawa kita jarang
sekali berfikir tentang kepentingan melakukan kaji selidik atau
melakukan re-think terhadap sesuatu larangan yang diwahyukan oleh
Tuhan. Kebanyakan kita hanya menerima sahaja secara selapis tanpa
memikirkan falsafah dan kepentingan di sebalik setiap suruhan dan
larangan, jauh sekali daripada memikirkan perspektif dan kepentingan
sejarah di sebalik setiap suruhan dan larangan itu.
>
> Patung, ukiran dan lukisan objek memang pada suatu ketika dilarang
oleh agama kerana masyarakat baru sahaja dibebaskan daripada
keterikatan dengan imej-imej patung tersebut dalam bentuk yang
dipanggil berhala-berhala. Oleh sebab itulah nabi Muhamad melarang
keras para sahabatnya daripada membuat sebarang ukiran ataupun lukisan
objek bernyawa, kerana dikhuatiri akan mengingatkan para pemeluk Islam
yang baru itu terhadap berhala-berhala yang menjadi sembahan mereka
dalam jangka waktu yang lama berbanding dengan masa mereka memeluk Islam.
>
>
> Dalam masa yang sama, Nabi tidak melarang patung-patung mainan yang
digunakan oleh kanak-kanak perempuan. Hal ini dibuktikan daripada
kisah Nabi tidak melarang Aishah r.a bermain dengan patungnya, malah
digalakkan oleh baginda, atas alas an sebagai hiburan dan latihan
dalam pengurusan anak-anak kecil.
>
>
> Oleh itu, sesuatu suruhan dan larangan dalam Islam bersandar kepada
asas dan falsafah yang kuat, ataupun larangan itu dibuat penuh
rasional. Cuba kita renungkan kembali, adakah dengan wujudnya patung
dan lukisan ini boleh dianggap menjejaskan akidah masyarakat Islam di
negara kita. Adakah mereka akan menyembah patung dan lukisan-lukisan ini.
>
>
> Adanya larangan sedemikian oleh ulama tertentu telah menghasilkan
beberapa implikasi kepada umat berkurun-kurun. Misalnya, hasil
ketamadunan Islam dalam bentuk lukisan kebanyakannya telah
dimusnahkan. Dalam era penguasaan Wahabi di Arab Saudi, begitu banyak
khazanah ketamadunan Islam dihancurkan semata-mata kerana dianggap
sebagai bidaah.
>
>
> Adalah sesuatu yang menyedihkan, sekiranya sesuatu mazhab tertentu
Islam menguasai sesuatu kawasan kekuasaan, perkara sedemikian terjadi.
Kononnya, segala tindakan tersebut mengatasnamakan Islam. Sekiranya
hari ini, sebuah kerajaan Islam yang tidak rasional dapat memerintah
negara Mesir, maka akan tamatlah riwayat Piramid-piramid Firaun dan
Sphink yang telah berdiri gagah sejak zaman sebelum Masehi lagi.
>
>
> Sekali lagi, adalah sesuatu yang amat mengharukan apabila kerajaan
yang bukan Islam berjaya menakluk ataupun menggantikan sesebuah
kerajaan Islam, mereka begitu menghargai khazanah silam ini. Contohnya
apabila kerajaan Kristian berjaya mengambil semula Sepanyol daripada
kerajaan Islam. Pelbagai usaha dilakukan dalam mengekalkan bangunan
termasuk segala hasil seni termasuk patung dan lukisan menjadi warisan
mereka yang amat berharga. Lagi menyedihkan apabila kita mulai sedar
tentang khazanah yang asalnya milik kita (baca Islam) lalu kita
terpaksa meminta izin dan kebenaran pihak mereka samada dalam
melakukan penyelidikan mengenai khazanah yang asalnya milik kita.
>
>
> Sementara kita, seperti di Afghanistan, ataupun dua buah negeri di
Pantai Timur negara kita, mereka terus menerus memusnahkan
khazanah-khazanah ini, yang kononnya bertentangan dengan Islam,
seakan-akan segala khazanah tersebut adalah milik mereka. Bukan itu
sahaja, sepertimana patung-patung, mereka juga cuba menghapuskan
ingatan rakyat terhadap budaya tradisi yang sudah bertapak berkurun,
malah lebih lama dari kewujudan ideologi fahaman mereka. Mereka
mengharamkan dikir barat ataupun permainan makyung , ataupun wayang
kulit sekali lagi dengan menggunakan alasan akidah dalam pengertian
yang begitu sempit.
>
> Alhasilnya, daripada kesemua pemikiran ini, maka kita telah gagal
khususnya dalam bidang yang penting ini. Lukisan dan ukiran adalah ibu
kepada bidang pembinaan, lanskap dan architecture. Sebab itulah ada
perbezaan antara bangunan kita dengan bangunan-bangunan di Eropah
misalnya yang begitu mementingkan kesenian, selain dari kekukuhan
bangunan tersebut. Kita biasanya membina rumah dan bangunan secara ala
kadar, kononnya kerana kita tidak hidup lama.
>
> Oleh kerana adanya perasaan takut- takut, nanti di akhirat Tuhan
akan menyuruh sang pelukis dan pengukir memberi nyawa kepada lukisan
dan patung mereka, kita telah gagal melahirkan pelukis dan pengukir di
peringkat dunia. Dengan adanya fikiran sedemikian, kita telah
menanamkan kepercayaan dalam diri kita, serta awal-awal lagi mendidik
anak-anak kita supaya jangan menjadi pelukis dan pengukir. Hasilnya,
kita tidak ramai pengukir, pelukis dan pengarca yang berjaya di
peringkat antarabangsa. Kita tidak mempunyai tradisi seperti yang
terdapat di Pulau Bali, dan kita selalu terkejut dengan harga sebuah
patung hodoh kaum Mahmeri di negara kita yang menjangkau harga ribuan
ringgit.
>
> Siapa kata sesetengah ajaran ulama kita bukan penyekat
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! for Good
> Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts.
> Peace & enlightenment be yours!
>
> - from guys at Mayapada Prana
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>    To visit your group on the web, go to:
> http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
>
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> mayapadaprana-unsubscribe@yahoogroups.com
>
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
> ---------------------------------
> To help you stay safe and secure online, we've developed the all new
Yahoo! Security Centre.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]

#2491 From: silvana mangano <prameswarijabar@...>
Date:: Mon Oct 10, 2005 7:25 am
Subject: Re: [Mayapada Prana] PATUNG BUDHA & ISLAM DI AFGANISTHAN ( buat Silvana Mangano )
prameswarijabar
Send Email Send Email
 
Saya akui dunia memang begitu adanya , tetapi kalau diingat bahwa banyak wujud
manusia yang dahulunya bukan manusia,dengan kesadaran setengah-setengah jadinya
amburadul ngak karuan dan sangat gampang membuat kiamat kecil ini ya pak,ini
yang membuat mereka membalas dendam kepada bumi dan manusianya,bener atau
ngak.....saya juga ngak tahu,tetapi kalau ngikuti hukum karma,maka karma - karma
ini memang golongan mereka itu yang harus melakukannya,kalau dahulu ada golongan
lain,lainnya juga lain,lama-lama saya juga ikutan mumet lho.....teman-teman yang
lain gimana nich sambutannya,kita bahas lebih dalam deh , misalnya dari sisi
karma , reinkarnasi doktrin , reinkarnasi ajaran dan lain sebagainya......jangan
takut kok.....

Surya Narendra <surynarend@...> wrote:
Buat Silvana Mangano.

Diakui atau tidak diakui hal serupa atau mirip mirip telah / pernah terjadi di
Indonesia.Ketika Wali Sanga mulai mengembangkan agama islam hal ini pernah
dilakukan.
Tercatat yang paling aktif adalah dari Sunan Bonang.
Beberapa situs dan candi telah musnah.Lontar - lontar agama yang terdahulu,
susah ditemukan ditanah jawa ( banyak ditemukan diPulau Bali ). Hanya beberapa
saja itupun bukan naskah asli.Karena memang ada gerakan yang mirip - mirip
seperti di Afganistan.Oleh sebab itu ada dugaan kuat candi borobudur nyaris juga
di musnahkan tapi cepat ditimbun atau di tutup tanah.Sehingga candi borobudur
yang posisinya diatas bukit ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah secara total
padahal posisinya ada diatas bukit.
Padahal tidak ada peristiwa banjir besar ataupun letusan gunung diderah
tersebut.
Itu kalau dilihat dari peristiwa alam.Karena gerakan tersebut juga banyak
eksodus dari tanah jawa menuju tanah Bali.
Hal ini mulai mereda karena gerakan dari Sunan Kalijaga yang lebih lunak
menggunakan metode merasuk kedalaman beberapa tradisi tradisi jawa kuno.Banyak
tradisi islam yang ada ditanah jawa tidak terdapat didalam tradisi islam yang
asli
dari tanah arab.Ini semua adalah hasil gerakan dari sunan kalijaga.
Termasuk lagu ilir ilir yang sangat terkenal itu, menurut sejarah kuno, ilir
ilir bukan sekedar nyanyian biasa tapi adalah mantra yang sangat kuno, ada
beberapa kata yang diganti.Mantra yang kuno yang berkaitan dengan kesuburan dan
upaya utk membangkitkan atau menyembuh orang yang sakit atau hampir mati.
Tapi dirubah menjadi suatu lagu yang berisi nasehat dan pengharapan.
Syair telah berubah tapi lagu tetap original.

Sejarah tetap sejarah, walaupun pahit tetap pernah terjadi tapi bukan menjadikan
sesuatu yang mengganjal atau menciptakan dendam yang tak berujung.Itulah kimat
kecil. Setiap masa dan waktu punya kiamat masing masing. Ada akhirnya sendiri
sendiri.

Dari segi terknologi...., pita kaset sudah mulai memasuki masa kiamat, karena
mulai diganti dengan piringan / disk.

Mesin ketik manual mulai memasuki masa kiamat karena sudah digantikan dengan
mesin ketik listrik dan komputer-komputer.

Satu lagi...
Dan sekarang pun tetap berlaku (mirip tapi tidak ama )....tidak dalam konteks
agama tapi konteks bisnis, banyak bangunan kuno dan bersejarah yang diganti
menjadi mall atau pusat bisnis yang lain.

Ciao..

silvana mangano <prameswarijabar@...> wrote:
Salam

Ini ada tulisan dari milis negara tetangga,yang cukup baik untuk disimak dalam
konteks bulan Ramadhan ini,aku takut apabila ini juga terjadi dinegara kita
seperti Candi Borobudur , Kumpulan pura di Bali, Peninggalan Sejarah di Irian
ataupun didaerah-daerah lain,Insya Allah tidak terjadi dinegara Indonesia Ini

Salam
Sil


Beberapa lama dahulu, sebelum serangan Amerika Syarikat di Afghanistan,
masyarakat dunia telah dikejutkan dengan pemusnahan patung Budha Bamiyan .
Patung itu dikatakan telah berusia lebih dari dua ribu tahun, dan terletak di
Afghanistan yang pada masa itu di bawah kekuasaan kerajaan Taliban.


Walaupun telah mendapat bangkangan seluruh dunia, termasuk ulama-ulama Islam
yang terkenal seperti Yusuf Qardawi, namun kerajaan Taliban tidak mengambil
pusing akan segala bantahan tersebut. Kehadiran Qardawi dan kumpulannya ke
Afghanistan hanya menyaksikan patung tinggalan lampau tersebut telah tersungkur
menyembah bumi.


Terdapat beberapa pandangan oleh mereka yang berminat dalam mengkaji pemikiran
Taliban ini. Salah satu pendapat mengatakan bahawa tindakan Taliban itu
bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat dunia terhadap negara dan keadaan
masyarakat Afghanistan yang telah musnah oleh peperangan sesama mereka. Negara
mereka menghapi kekurangan segala perkara asas untuk hidup termasuklah makanan,
pakaian dan tempat perlindungan.


Mereka memusnahkan patung tersebut kononnya kerana marah dengan sikap masyarakat
antarabangsa yang berjanji untuk mengeluarkan peruntukan untuk memulihkan
khazanah sejagat. Menurut Taliban, masyarakat antarabangsa lebih berminat dengan
patung berbanding manusia-manusia yang hidup di Afghanistan.


Namun demikian banyak pendapat yang menyatakan bahawa hujah Taliban itu tidak
kukuh. Sebelum ini pun. Pihak Taliban telah banyak melakukan pelbagai perkara
berkaitan dengan fahaman Islam mereka. Antara lain, mereka telah mengharamkan
televisyen, radio, fotograf dan pelbagai jenis sukan yang kononnya tidak selari
dengan Islam mengikut fahaman mereka.

Oleh itu, pemusnahan patung ini hanyalah salah satu daripada siri kepimpinan
Taliban menegakkan Islam di Afghanistan. Kalaulah mereka mengharamkan tontonan
televisyen, sudah pastilah patung, yang dianggap berhala perlu dimusnahkan
sebagaimana kisah Nabi Ibrahim di dalam Al-Quran.


Di dalam negara, sebuah kerajaan negeri yang mendapat kuasa selepas pilihanraya
99 yang lalu, mula menunjukkan beberapa bentuk keislaman ala mereka. Mereka
telah memindahkan beberapa patung yang pada anggapan mereka bersalahan dengan
ajaran Islam. Di Terengganu, patung penyu telah dipindahkan dari kedudukannya
yang sudah berpuluh-puluh tahun di sebatang jalan ke sebuah stor majlis
perbandaran.


Kerajaan negeri Terengganu asalnya menyatakan agama melarang membuat dan
mempamer patung-patung. Setelah mendapat tekanan dan kritikan daripada
pihak-pihak tertentu, mereka mengubah alasan mereka dengan menyatakan bahawa
patung penyu tersebut mengganggu pandangan jalan-jalan. Nampaknya, penggunaan
patung penyu sebagai ikon negeri khususnya untuk menarik pelancong telah
disamakan dengan patung dalam konsep agama serta perlu dimusnahkan.

Di Kelantan, hal yang hampir sama telah berlaku. Patung-patung kijang yang
selama ini sinonim dengan lambang negeri Kelantan telah dimusnahkan. Tempatnya
telah digantikan dengan lambang rehal dan kitab al-Quran. Asas pemikirannya
hampir sama dengan cerita Terengganu iaitu patung yang berfungsi sebagai lambang
negeri telah dianggap berlawanan dengan ajaran Islam.

Asas kepada larangan patung-patung tersebut seringkali dirujuk kepada kisah Nabi
Ibrahim yang memusnahkan patung-patung milik Raja Namrud. Kisah kemusnahan ini
digambarkan dalam al-Quran yang berakhir dengan Nabi Ibrahim dibakar ke dalam
api. Sesetengah ulama silam, seperti Imam Nawawi berhujah bahawa Islam melarang
pengukiran patung-patung ataupun melukis gambar-gambar benda bernyawa. Islam
hanya mengizinkan untuk melukis benda-benda yang tidak hidup seperti alam
semulajadi.


Larangan ini disandarkan kepada hujah bahawa melukis benda bernyawa seolah-olah
mencabar ciptaan Tuhan dan di akhirat pelukis dan pengukir patung dikehendaki
memberi nyawa kepada ciptaan, lukisan ataupun ukiran mereka itu.


Sesekali difikirkan, adakah para ulama ini terlupa bahawa benda-benda hidup
termasuk manusia dan haiwan juga ciptaan Tuhan yang mengagumkan, tidak terhad
kepada alam semulajadi sahaja. Larangan ini seakan-akan menyatakan bahawa
manusia mampu menandingi kuasa Tuhan hanya dalam meniru alam (yang kononnya
tidak hidup), sedangkan kedua-duanya adalah ciptaan Tuhan untuk manusia.


Hasil kesenian Islam klasik, termasuk dari kerajaan Islam India yang lama
(Ghaznawi mahu pun Mamluk) ataupun kerajaan Iran dahulu kala amat tolerance
dengan lukisan dan patung-patung. Mereka banyak menghasilkan patung dan ukiran
yang menceritakan tentang keagungan sultan dan kehidupan masyarakat zaman
dahulu. Daripadanya kita dapat tahu lebih banyak dan jelas tentang sejarah
kerajaan-kerajaan tersebut.


Bagaimana ulama yang datang kemudian mengharamkan segala patung dan lukisan ini.
Adakah hal ini berkaitan dengan semakin tidak terbukanya fahaman Islam
sesetengah kalangan kita sehinggakan segalanya ingin diharamkan.


Masih ada di kalangan orang Islam di serata dunia yang begitu kolot, sehingga
mengharamkan pengambilan foto. Di Afghanistan, gambar pemimpin tertinggi Taliban
tidak boleh didapati secara jelas pada hari ini kerana kepadanya foto adalah
haram. Foto yang ditunjukkan akhbar selalunya foto yang diambil secara candid
sahaja.


Sekali-sekala, media media tertentu terutamanya dari Barat mencuit pemikiran
kita dengan menyiarkan gambar, kononnya gambar Nabi Muhamad SAW. Setiap kali
gambar-gambar tersebut disiarkan, kita menjadi gempar dan mengutuk penerbitan
tersebut. Mereka lalu Memohon maaf, tetapi kemudian mereka melakukannya lagi
berkali-kali.


Saya terfikir, kebimbangan kita yang begitu mendalam terhadap penyiaran
gambar-gambar begini berpunca daripada keraguan kita terhadap keimanan orang
Islam kita, dan bukannya sangat merasakan penghinaan akibat tersiarnya
gambar-gambar tersebut. Kita risau sekiranya akan ada orang kita yang memuja apa
yang dinyatakan sebagai gambar Nabi.


Berkait dengan lukisan, patung dan foto ini juga, berlaku suatu keadaan yang
agak melucukan. Para pemimpin negeri yang memusnahkan patung-patung ikon negeri
seperti penyu dan kijang ini tidak pula menghadapi masalah dengan gambar-gambar
mereka pada poster-poster pilihan raya. Dengan kata lain, mereka menghalalkan
wajah mereka digunakan secara leluasa sebagai bahan kempen. Nampaknya, patung
dan gambar, samada dilukis ataupun difotokan menggunakan kamera mempunyai hukum
yang berbeza-beza.


Segala hal ini menunjukkan kepada kita semua bahawa kita jarang sekali berfikir
tentang kepentingan melakukan kaji selidik atau melakukan re-think terhadap
sesuatu larangan yang diwahyukan oleh Tuhan. Kebanyakan kita hanya menerima
sahaja secara selapis tanpa memikirkan falsafah dan kepentingan di sebalik
setiap suruhan dan larangan, jauh sekali daripada memikirkan perspektif dan
kepentingan sejarah di sebalik setiap suruhan dan larangan itu.

Patung, ukiran dan lukisan objek memang pada suatu ketika dilarang oleh agama
kerana masyarakat baru sahaja dibebaskan daripada keterikatan dengan imej-imej
patung tersebut dalam bentuk yang dipanggil berhala-berhala. Oleh sebab itulah
nabi Muhamad melarang keras para sahabatnya daripada membuat sebarang ukiran
ataupun lukisan objek bernyawa, kerana dikhuatiri akan mengingatkan para pemeluk
Islam yang baru itu terhadap berhala-berhala yang menjadi sembahan mereka dalam
jangka waktu yang lama berbanding dengan masa mereka memeluk Islam.


Dalam masa yang sama, Nabi tidak melarang patung-patung mainan yang digunakan
oleh kanak-kanak perempuan. Hal ini dibuktikan daripada kisah Nabi tidak
melarang Aishah r.a bermain dengan patungnya, malah digalakkan oleh baginda,
atas alas an sebagai hiburan dan latihan dalam pengurusan anak-anak kecil.


Oleh itu, sesuatu suruhan dan larangan dalam Islam bersandar kepada asas dan
falsafah yang kuat, ataupun larangan itu dibuat penuh rasional. Cuba kita
renungkan kembali, adakah dengan wujudnya patung dan lukisan ini boleh dianggap
menjejaskan akidah masyarakat Islam di negara kita. Adakah mereka akan menyembah
patung dan lukisan-lukisan ini.


Adanya larangan sedemikian oleh ulama tertentu telah menghasilkan beberapa
implikasi kepada umat berkurun-kurun. Misalnya, hasil ketamadunan Islam dalam
bentuk lukisan kebanyakannya telah dimusnahkan. Dalam era penguasaan Wahabi di
Arab Saudi, begitu banyak khazanah ketamadunan Islam dihancurkan semata-mata
kerana dianggap sebagai bidaah.


Adalah sesuatu yang menyedihkan, sekiranya sesuatu mazhab tertentu Islam
menguasai sesuatu kawasan kekuasaan, perkara sedemikian terjadi. Kononnya,
segala tindakan tersebut mengatasnamakan Islam. Sekiranya hari ini, sebuah
kerajaan Islam yang tidak rasional dapat memerintah negara Mesir, maka akan
tamatlah riwayat Piramid-piramid Firaun dan Sphink yang telah berdiri gagah
sejak zaman sebelum Masehi lagi.


Sekali lagi, adalah sesuatu yang amat mengharukan apabila kerajaan yang bukan
Islam berjaya menakluk ataupun menggantikan sesebuah kerajaan Islam, mereka
begitu menghargai khazanah silam ini. Contohnya apabila kerajaan Kristian
berjaya mengambil semula Sepanyol daripada kerajaan Islam. Pelbagai usaha
dilakukan dalam mengekalkan bangunan termasuk segala hasil seni termasuk patung
dan lukisan menjadi warisan mereka yang amat berharga. Lagi menyedihkan apabila
kita mulai sedar tentang khazanah yang asalnya milik kita (baca Islam) lalu kita
terpaksa meminta izin dan kebenaran pihak mereka samada dalam melakukan
penyelidikan mengenai khazanah yang asalnya milik kita.


Sementara kita, seperti di Afghanistan, ataupun dua buah negeri di Pantai Timur
negara kita, mereka terus menerus memusnahkan khazanah-khazanah ini, yang
kononnya bertentangan dengan Islam, seakan-akan segala khazanah tersebut adalah
milik mereka. Bukan itu sahaja, sepertimana patung-patung, mereka juga cuba
menghapuskan ingatan rakyat terhadap budaya tradisi yang sudah bertapak
berkurun, malah lebih lama dari kewujudan ideologi fahaman mereka. Mereka
mengharamkan dikir barat ataupun permainan makyung , ataupun wayang kulit sekali
lagi dengan menggunakan alasan akidah dalam pengertian yang begitu sempit.

Alhasilnya, daripada kesemua pemikiran ini, maka kita telah gagal khususnya
dalam bidang yang penting ini. Lukisan dan ukiran adalah ibu kepada bidang
pembinaan, lanskap dan architecture. Sebab itulah ada perbezaan antara bangunan
kita dengan bangunan-bangunan di Eropah misalnya yang begitu mementingkan
kesenian, selain dari kekukuhan bangunan tersebut. Kita biasanya membina rumah
dan bangunan secara ala kadar, kononnya kerana kita tidak hidup lama.

Oleh kerana adanya perasaan takut- takut, nanti di akhirat Tuhan akan menyuruh
sang pelukis dan pengukir memberi nyawa kepada lukisan dan patung mereka, kita
telah gagal melahirkan pelukis dan pengukir di peringkat dunia. Dengan adanya
fikiran sedemikian, kita telah menanamkan kepercayaan dalam diri kita, serta
awal-awal lagi mendidik anak-anak kita supaya jangan menjadi pelukis dan
pengukir. Hasilnya, kita tidak ramai pengukir, pelukis dan pengarca yang berjaya
di peringkat antarabangsa. Kita tidak mempunyai tradisi seperti yang terdapat di
Pulau Bali, dan kita selalu terkejut dengan harga sebuah patung hodoh kaum
Mahmeri di negara kita yang menjangkau harga ribuan ringgit.

Siapa kata sesetengah ajaran ulama kita bukan penyekat


---------------------------------
Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

[Non-text portions of this message have been removed]



Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts.
Peace & enlightenment be yours!

- from guys at Mayapada Prana



---------------------------------
Yahoo! Groups Links

    To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

    To unsubscribe from this group, send an email to:
mayapadaprana-unsubscribe@yahoogroups.com

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



---------------------------------
To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo!
Security Centre.

[Non-text portions of this message have been removed]



Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts.
Peace & enlightenment be yours!

- from guys at Mayapada Prana



---------------------------------
Yahoo! Groups Links

    To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

    To unsubscribe from this group, send an email to:
mayapadaprana-unsubscribe@yahoogroups.com

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



---------------------------------
  Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]

#2492 From: Surya Narendra <surynarend@...>
Date:: Mon Oct 10, 2005 11:06 am
Subject: Re: [Mayapada Prana] Re: PATUNG BUDHA & ISLAM DI AFGANISTHAN ( buat Dewa brata )
surynarend
Send Email Send Email
 
Good! saya setuju atas ungkapan dibawah.
Toh..pertanyaan adalah apakah sebelum para tokoh pembawa agama datang ke tanah
jawa atau indonesia, seperti hindu, islam, kristen dll....., apakah penduduk
aslinya tidak
mengenal sang pencipta...???
Mereka kenal , mereka tahu bahwa ada kekuatan yang menciptakan / mengadakan
semua itu, tapi sebutannya saja berbeda , tapi secara pengertian adalah sama.
Karena kalau hanya berdasar berbeda dalam menyebutkan dan dijadikan perbedaan
maka
mengecilkan arti ke-maha-an itu sendiri. Padahal sebutan maha itu sendiri hanya
ungkapan secara verbal dari mulut seorang manusia. Tentunya maha yang
diungkapkan dan diucapkan oleh hati nurani akan lebih tidak terbatas dari pada
yang keluar dari mulut.
Karena keluar dari mulut masih membutuhkan energi dan campur tangan dari
beberapa
rangkaian system dalam tubuh.
Sedangkan ungkapan dari dalam hati itu lebih tidak terbatas.
Jadi benar ......lakukan sesuai dengan budaya budaya yang ada dan sudah ada.
Seperti perpaduan antara raga, pikiran dan roh ( atau fisik, non fisik dan
metafisik )......apakah ini bukan manifestasi yang secara mendasar sama dengan
trinitas. Tiga tapi satu, tidak terpisahkan. Bila semuanya berjalan secara
sinergis dan kompak maka itulah satu kesatuan yang satu.

Ciao...!!!



dewa brata <bugullor@...> wrote:
masa lalu ya masa lalu
dengan mengungkapkan itu tidak lantas terus merasa bahwa pengikut wali
itu berbuat salah
yang salah adalah pendekatanya....tentunya
dan terus bagaimana?
harusnya kita kembali kepada budaya kita masing masing
berislamlah sesuai budaya kalian...
islam,tapi tidak arab
hindu,bukan india
kristen,bukan barat
konghucu,bukan cina
budha,bukan tibet

salam
dewabrata
jakarta

--- In mayapadaprana@yahoogroups.com, Surya Narendra <surynarend@y...>
wrote:
> Buat Silvana Mangano.
>
> Diakui atau tidak diakui hal serupa atau mirip mirip telah / pernah
terjadi di Indonesia.
> Ketika Wali Sanga mulai mengembangkan agama islam hal ini pernah
dilakukan.
> Tercatat yang paling aktif adalah dari Sunan Bonang.
> Beberapa situs dan candi telah musnah.
> Lontar - lontar agama yang terdahulu, susah ditemukan ditanah jawa (
banyak ditemukan di
> Pulau Bali ). Hanya beberapa saja itupun bukan naskah asli.
> Karena memang ada gerakan yang mirip - mirip seperti di Afganistan.
> Oleh sebab itu ada dugaan kuat candi borobudur nyaris juga di
musnahkan tapi cepat
> ditimbun atau di tutup tanah.
> Sehingga candi borobudur yang posisinya diatas bukit ditemukan dalam
kondisi tertimbun tanah secara total padahal posisinya ada diatas bukit.
> Padahal tidak ada peristiwa banjir besar ataupun letusan gunung
diderah tersebut.
> Itu kalau dilihat dari peristiwa alam.
> Karena gerakan tersebut juga banyak eksodus dari tanah jawa menuju
tanah Bali.
> Hal ini mulai mereda karena gerakan dari Sunan Kalijaga yang lebih
lunak menggunakan metode merasuk kedalaman beberapa tradisi tradisi
jawa kuno.
> Banyak tradisi islam yang ada ditanah jawa tidak terdapat didalam
tradisi islam yang asli
> dari tanah arab.
> Ini semua adalah hasil gerakan dari sunan kalijaga.
> Termasuk lagu ilir ilir yang sangat terkenal itu, menurut sejarah
kuno, ilir ilir bukan sekedar
> nyanyian biasa tapi adalah mantra yang sangat kuno, ada beberapa
kata yang diganti.
> Mantra yang kuno yang berkaitan dengan kesuburan dan upaya utk
membangkitkan atau menyembuh orang yang sakit atau hampir mati.
> Tapi dirubah menjadi suatu lagu yang berisi nasehat dan pengharapan.
> Syair telah berubah tapi lagu tetap original.
>
> Sejarah tetap sejarah, walaupun pahit tetap pernah terjadi tapi
bukan menjadikan sesuatu yang mengganjal atau menciptakan dendam yang
tak berujung.
> Itulah kimat kecil. Setiap masa dan waktu punya kiamat masing
masing. Ada akhirnya sendiri
> sendiri.
>
> Dari segi terknologi...., pita kaset sudah mulai memasuki masa
kiamat, karena mulai diganti dengan piringan / disk.
>
> Mesin ketik manual mulai memasuki masa kiamat karena sudah
digantikan dengan mesin ketik listrik dan komputer-komputer.
>
> Satu lagi...
> Dan sekarang pun tetap berlaku (mirip tapi tidak sama )....tidak
dalam konteks agama tapi konteks bisnis, banyak bangunan kuno dan
bersejarah yang diganti menjadi mall atau pusat bisnis yang lain.
>
> Ciao..
>
> silvana mangano <prameswarijabar@y...> wrote:
> Salam
>
> Ini ada tulisan dari milis negara tetangga,yang cukup baik untuk
disimak dalam konteks bulan Ramadhan ini,aku takut apabila ini juga
terjadi dinegara kita seperti Candi Borobudur , Kumpulan pura di Bali,
Peninggalan Sejarah di Irian ataupun didaerah-daerah lain,Insya Allah
tidak terjadi dinegara Indonesia Ini
>
> Salam
> Sil
>
>
> Beberapa lama dahulu, sebelum serangan Amerika Syarikat di
Afghanistan, masyarakat dunia telah dikejutkan dengan pemusnahan
patung Budha Bamiyan . Patung itu dikatakan telah berusia lebih dari
dua ribu tahun, dan terletak di Afghanistan yang pada masa itu di
bawah kekuasaan kerajaan Taliban.
>
>
> Walaupun telah mendapat bangkangan seluruh dunia, termasuk
ulama-ulama Islam yang terkenal seperti Yusuf Qardawi, namun kerajaan
Taliban tidak mengambil pusing akan segala bantahan tersebut.
Kehadiran Qardawi dan kumpulannya ke Afghanistan hanya menyaksikan
patung tinggalan lampau tersebut telah tersungkur menyembah bumi.
>
>
> Terdapat beberapa pandangan oleh mereka yang berminat dalam mengkaji
pemikiran Taliban ini. Salah satu pendapat mengatakan bahawa tindakan
Taliban itu bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat dunia
terhadap negara dan keadaan masyarakat Afghanistan yang telah musnah
oleh peperangan sesama mereka. Negara mereka menghapi kekurangan
segala perkara asas untuk hidup termasuklah makanan, pakaian dan
tempat perlindungan.
>
>
> Mereka memusnahkan patung tersebut kononnya kerana marah dengan
sikap masyarakat antarabangsa yang berjanji untuk mengeluarkan
peruntukan untuk memulihkan khazanah sejagat. Menurut Taliban,
masyarakat antarabangsa lebih berminat dengan patung berbanding
manusia-manusia yang hidup di Afghanistan.
>
>
> Namun demikian banyak pendapat yang menyatakan bahawa hujah Taliban
itu tidak kukuh. Sebelum ini pun. Pihak Taliban telah banyak melakukan
pelbagai perkara berkaitan dengan fahaman Islam mereka. Antara lain,
mereka telah mengharamkan televisyen, radio, fotograf dan pelbagai
jenis sukan yang kononnya tidak selari dengan Islam mengikut fahaman
mereka.
>
> Oleh itu, pemusnahan patung ini hanyalah salah satu daripada siri
kepimpinan Taliban menegakkan Islam di Afghanistan. Kalaulah mereka
mengharamkan tontonan televisyen, sudah pastilah patung, yang dianggap
berhala perlu dimusnahkan sebagaimana kisah Nabi Ibrahim di dalam
Al-Quran.
>
>
> Di dalam negara, sebuah kerajaan negeri yang mendapat kuasa selepas
pilihanraya 99 yang lalu, mula menunjukkan beberapa bentuk keislaman
ala mereka. Mereka telah memindahkan beberapa patung yang pada
anggapan mereka bersalahan dengan ajaran Islam. Di Terengganu, patung
penyu telah dipindahkan dari kedudukannya yang sudah berpuluh-puluh
tahun di sebatang jalan ke sebuah stor majlis perbandaran.
>
>
> Kerajaan negeri Terengganu asalnya menyatakan agama melarang membuat
dan mempamer patung-patung. Setelah mendapat tekanan dan kritikan
daripada pihak-pihak tertentu, mereka mengubah alasan mereka dengan
menyatakan bahawa patung penyu tersebut mengganggu pandangan
jalan-jalan. Nampaknya, penggunaan patung penyu sebagai ikon negeri
khususnya untuk menarik pelancong telah disamakan dengan patung dalam
konsep agama serta perlu dimusnahkan.
>
> Di Kelantan, hal yang hampir sama telah berlaku. Patung-patung
kijang yang selama ini sinonim dengan lambang negeri Kelantan telah
dimusnahkan. Tempatnya telah digantikan dengan lambang rehal dan kitab
al-Quran. Asas pemikirannya hampir sama dengan cerita Terengganu iaitu
patung yang berfungsi sebagai lambang negeri telah dianggap berlawanan
dengan ajaran Islam.
>
> Asas kepada larangan patung-patung tersebut seringkali dirujuk
kepada kisah Nabi Ibrahim yang memusnahkan patung-patung milik Raja
Namrud. Kisah kemusnahan ini digambarkan dalam al-Quran yang berakhir
dengan Nabi Ibrahim dibakar ke dalam api. Sesetengah ulama silam,
seperti Imam Nawawi berhujah bahawa Islam melarang pengukiran
patung-patung ataupun melukis gambar-gambar benda bernyawa. Islam
hanya mengizinkan untuk melukis benda-benda yang tidak hidup seperti
alam semulajadi.
>
>
> Larangan ini disandarkan kepada hujah bahawa melukis benda bernyawa
seolah-olah mencabar ciptaan Tuhan dan di akhirat pelukis dan pengukir
patung dikehendaki memberi nyawa kepada ciptaan, lukisan ataupun
ukiran mereka itu.
>
>
> Sesekali difikirkan, adakah para ulama ini terlupa bahawa
benda-benda hidup termasuk manusia dan haiwan juga ciptaan Tuhan yang
mengagumkan, tidak terhad kepada alam semulajadi sahaja. Larangan ini
seakan-akan menyatakan bahawa manusia mampu menandingi kuasa Tuhan
hanya dalam meniru alam (yang kononnya tidak hidup), sedangkan
kedua-duanya adalah ciptaan Tuhan untuk manusia.
>
>
> Hasil kesenian Islam klasik, termasuk dari kerajaan Islam India yang
lama (Ghaznawi mahu pun Mamluk) ataupun kerajaan Iran dahulu kala amat
tolerance dengan lukisan dan patung-patung. Mereka banyak menghasilkan
patung dan ukiran yang menceritakan tentang keagungan sultan dan
kehidupan masyarakat zaman dahulu. Daripadanya kita dapat tahu lebih
banyak dan jelas tentang sejarah kerajaan-kerajaan tersebut.
>
>
> Bagaimana ulama yang datang kemudian mengharamkan segala patung dan
lukisan ini. Adakah hal ini berkaitan dengan semakin tidak terbukanya
fahaman Islam sesetengah kalangan kita sehinggakan segalanya ingin
diharamkan.
>
>
> Masih ada di kalangan orang Islam di serata dunia yang begitu kolot,
sehingga mengharamkan pengambilan foto. Di Afghanistan, gambar
pemimpin tertinggi Taliban tidak boleh didapati secara jelas pada hari
ini kerana kepadanya foto adalah haram. Foto yang ditunjukkan akhbar
selalunya foto yang diambil secara candid sahaja.
>
>
> Sekali-sekala, media media tertentu terutamanya dari Barat mencuit
pemikiran kita dengan menyiarkan gambar, kononnya gambar Nabi Muhamad
SAW. Setiap kali gambar-gambar tersebut disiarkan, kita menjadi gempar
dan mengutuk penerbitan tersebut. Mereka lalu Memohon maaf, tetapi
kemudian mereka melakukannya lagi berkali-kali.
>
>
> Saya terfikir, kebimbangan kita yang begitu mendalam terhadap
penyiaran gambar-gambar begini berpunca daripada keraguan kita
terhadap keimanan orang Islam kita, dan bukannya sangat merasakan
penghinaan akibat tersiarnya gambar-gambar tersebut. Kita risau
sekiranya akan ada orang kita yang memuja apa yang dinyatakan sebagai
gambar Nabi.
>
>
> Berkait dengan lukisan, patung dan foto ini juga, berlaku suatu
keadaan yang agak melucukan. Para pemimpin negeri yang memusnahkan
patung-patung ikon negeri seperti penyu dan kijang ini tidak pula
menghadapi masalah dengan gambar-gambar mereka pada poster-poster
pilihan raya. Dengan kata lain, mereka menghalalkan wajah mereka
digunakan secara leluasa sebagai bahan kempen. Nampaknya, patung dan
gambar, samada dilukis ataupun difotokan menggunakan kamera mempunyai
hukum yang berbeza-beza.
>
>
> Segala hal ini menunjukkan kepada kita semua bahawa kita jarang
sekali berfikir tentang kepentingan melakukan kaji selidik atau
melakukan re-think terhadap sesuatu larangan yang diwahyukan oleh
Tuhan. Kebanyakan kita hanya menerima sahaja secara selapis tanpa
memikirkan falsafah dan kepentingan di sebalik setiap suruhan dan
larangan, jauh sekali daripada memikirkan perspektif dan kepentingan
sejarah di sebalik setiap suruhan dan larangan itu.
>
> Patung, ukiran dan lukisan objek memang pada suatu ketika dilarang
oleh agama kerana masyarakat baru sahaja dibebaskan daripada
keterikatan dengan imej-imej patung tersebut dalam bentuk yang
dipanggil berhala-berhala. Oleh sebab itulah nabi Muhamad melarang
keras para sahabatnya daripada membuat sebarang ukiran ataupun lukisan
objek bernyawa, kerana dikhuatiri akan mengingatkan para pemeluk Islam
yang baru itu terhadap berhala-berhala yang menjadi sembahan mereka
dalam jangka waktu yang lama berbanding dengan masa mereka memeluk Islam.
>
>
> Dalam masa yang sama, Nabi tidak melarang patung-patung mainan yang
digunakan oleh kanak-kanak perempuan. Hal ini dibuktikan daripada
kisah Nabi tidak melarang Aishah r.a bermain dengan patungnya, malah
digalakkan oleh baginda, atas alas an sebagai hiburan dan latihan
dalam pengurusan anak-anak kecil.
>
>
> Oleh itu, sesuatu suruhan dan larangan dalam Islam bersandar kepada
asas dan falsafah yang kuat, ataupun larangan itu dibuat penuh
rasional. Cuba kita renungkan kembali, adakah dengan wujudnya patung
dan lukisan ini boleh dianggap menjejaskan akidah masyarakat Islam di
negara kita. Adakah mereka akan menyembah patung dan lukisan-lukisan ini.
>
>
> Adanya larangan sedemikian oleh ulama tertentu telah menghasilkan
beberapa implikasi kepada umat berkurun-kurun. Misalnya, hasil
ketamadunan Islam dalam bentuk lukisan kebanyakannya telah
dimusnahkan. Dalam era penguasaan Wahabi di Arab Saudi, begitu banyak
khazanah ketamadunan Islam dihancurkan semata-mata kerana dianggap
sebagai bidaah.
>
>
> Adalah sesuatu yang menyedihkan, sekiranya sesuatu mazhab tertentu
Islam menguasai sesuatu kawasan kekuasaan, perkara sedemikian terjadi.
Kononnya, segala tindakan tersebut mengatasnamakan Islam. Sekiranya
hari ini, sebuah kerajaan Islam yang tidak rasional dapat memerintah
negara Mesir, maka akan tamatlah riwayat Piramid-piramid Firaun dan
Sphink yang telah berdiri gagah sejak zaman sebelum Masehi lagi.
>
>
> Sekali lagi, adalah sesuatu yang amat mengharukan apabila kerajaan
yang bukan Islam berjaya menakluk ataupun menggantikan sesebuah
kerajaan Islam, mereka begitu menghargai khazanah silam ini. Contohnya
apabila kerajaan Kristian berjaya mengambil semula Sepanyol daripada
kerajaan Islam. Pelbagai usaha dilakukan dalam mengekalkan bangunan
termasuk segala hasil seni termasuk patung dan lukisan menjadi warisan
mereka yang amat berharga. Lagi menyedihkan apabila kita mulai sedar
tentang khazanah yang asalnya milik kita (baca Islam) lalu kita
terpaksa meminta izin dan kebenaran pihak mereka samada dalam
melakukan penyelidikan mengenai khazanah yang asalnya milik kita.
>
>
> Sementara kita, seperti di Afghanistan, ataupun dua buah negeri di
Pantai Timur negara kita, mereka terus menerus memusnahkan
khazanah-khazanah ini, yang kononnya bertentangan dengan Islam,
seakan-akan segala khazanah tersebut adalah milik mereka. Bukan itu
sahaja, sepertimana patung-patung, mereka juga cuba menghapuskan
ingatan rakyat terhadap budaya tradisi yang sudah bertapak berkurun,
malah lebih lama dari kewujudan ideologi fahaman mereka. Mereka
mengharamkan dikir barat ataupun permainan makyung , ataupun wayang
kulit sekali lagi dengan menggunakan alasan akidah dalam pengertian
yang begitu sempit.
>
> Alhasilnya, daripada kesemua pemikiran ini, maka kita telah gagal
khususnya dalam bidang yang penting ini. Lukisan dan ukiran adalah ibu
kepada bidang pembinaan, lanskap dan architecture. Sebab itulah ada
perbezaan antara bangunan kita dengan bangunan-bangunan di Eropah
misalnya yang begitu mementingkan kesenian, selain dari kekukuhan
bangunan tersebut. Kita biasanya membina rumah dan bangunan secara ala
kadar, kononnya kerana kita tidak hidup lama.
>
> Oleh kerana adanya perasaan takut- takut, nanti di akhirat Tuhan
akan menyuruh sang pelukis dan pengukir memberi nyawa kepada lukisan
dan patung mereka, kita telah gagal melahirkan pelukis dan pengukir di
peringkat dunia. Dengan adanya fikiran sedemikian, kita telah
menanamkan kepercayaan dalam diri kita, serta awal-awal lagi mendidik
anak-anak kita supaya jangan menjadi pelukis dan pengukir. Hasilnya,
kita tidak ramai pengukir, pelukis dan pengarca yang berjaya di
peringkat antarabangsa. Kita tidak mempunyai tradisi seperti yang
terdapat di Pulau Bali, dan kita selalu terkejut dengan harga sebuah
patung hodoh kaum Mahmeri di negara kita yang menjangkau harga ribuan
ringgit.
>
> Siapa kata sesetengah ajaran ulama kita bukan penyekat
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! for Good
> Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts.
> Peace & enlightenment be yours!
>
> - from guys at Mayapada Prana
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>    To visit your group on the web, go to:
> http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
>
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> mayapadaprana-unsubscribe@yahoogroups.com
>
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
> ---------------------------------
> To help you stay safe and secure online, we've developed the all new
Yahoo! Security Centre.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]




Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts.
Peace & enlightenment be yours!

- from guys at Mayapada Prana



---------------------------------
Yahoo! Groups Links

    To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

    To unsubscribe from this group, send an email to:
mayapadaprana-unsubscribe@yahoogroups.com

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



---------------------------------
Yahoo! Messenger  NEW - crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail

[Non-text portions of this message have been removed]

#2493 From: "aha2000" <aha2000@...>
Date:: Mon Oct 10, 2005 4:47 pm
Subject: RE: [Mayapada Prana] Re: Allah or Jesus?
oedama2004
Send Email Send Email
 
Semua agama diciptakan adalah baik adanya...
Semua agama sebenarnya adalah rangkuman ajaran/perbuatan dari Yesus (utk
org Kristen/Katolik), Muhammad (Islam), Sidharta (Buddha).
Mereka tdk pernah mengatakan...agama saya adalah....
Jadi agama adalah aturan2 dan rangkuman yg dibuat oleh manusia...

Cuma lucunya...yang buat manusia, yang mensalah tafsirkan juga
manusia...
Itulah sebabnya Tuhan tidak bosan2nya mengirimkan 'orang2Nya' ke dunia
ini utk menjelaskan hal yg sama terus menerus...

Semua agama CINTA DAMAI... Saya meskipun Katolik, tidak percaya bahwa
Islam tidak Cinta damai...
Sayangnya, seperti di masyarakat, dalam setiap agama ada saja yg salah
mentafsirkan...(Dan ini tidak hanya di agama ISLAM saja, agama
Kristen/Katolikpun ada...)

Saya berani bertaruh, jika Muhammad masih hidup, pasti sedih melihat
banyak pengikutnya yang menafsirkan hal yg salah...
Saya berani bertaruh, jika Yesus masih hidup, pasti sedih melihat banyak
ajaranya yg disalah gunakan (dan banyaknya munafik)
Saya berani bertaruh, jika Sidartha masih hidup, pasti sedih melihat
ajarannya tidak dilakukan oleh pengikutnya...

Tapi, Mereka juga sangat berbangga pada sebagian pengikutnya yang bisa
mengerti INTI/ESSENCE dari ajaran Mereka. Tanpa gembar-gembor...Tanpa
menuding2 agama lain...

Menurut pendapat saya, buat apa berdebat tentang agama lain....
Urusilah diri sendiri...
Kalau diri sendiri sudah mengikuti 100% ajaran agamanya...Baru boleh
menghimbau (tdk memaksa lho) orang2 yang kurang mengikuti apa yang
dipilihnya...
Kita hidup diberi kebebasan untuk memilih, buka kebebasan untuk memaksa
orang lain...
Biarlah Tuhan yang menghakimi kita ciptaannya (bukan manusia menghakimi
manusia)...

Saya jg pernah bertemu orang kristen yang menyatakan bahwa "hanya orang
yang percaya YESUS akan diselamatkan"
Saya tidak setuju !!! "Hanya Percaya" kalau tindakannya
'amburadul'...pasti tidak akan diselamatkan...

PEACE...PEACE...PEACE...

Kita dah pusing sama BBM dan perekonomian kita, ngapain sih bikin hidup
tambah ruwet dengan ngomongin agama lain???



-----Original Message-----
From: mayapadaprana@yahoogroups.com
[mailto:mayapadaprana@yahoogroups.com] On Behalf Of dewa brata
Sent: Monday, October 10, 2005 11:24 AM
To: mayapadaprana@yahoogroups.com
Subject: [Mayapada Prana] Re: Allah or Jesus?


maksudnya email ini apa?

saya gak setuju dengan penindasan terhadap agama lain
tapi saya juga adalah seorang muslim
anda bertanya kenapa ada jihad?
jika itu ditanyakan maka seharusnya imam itu bisa menjelaskan,bahwa
jihad pantas dilakukan jika kita sudah terdesak.salah satu daripada
penyebab jihad adalah ditekannya kehidupan beragama dan juga pengusiran
dari kota kediaman tempat kita. tulisan itu berkata bagaimana jika paus
menyatakan membunuh orang yang berkeyakinan lain? dan apa saudara pikir
itu tak pernah dilakukan oleh paus?bagaimana dengan kisah penyerbuan
tentara salib ke yerusalem yang diserukan oleh paus saat itu?apa itu
bukan berarti penghancuran buat mereka yang beragama lain? belum perang
saudara antar kristen sendiri?antara katolik dan protestan seperti
terjadi di irlandia atau upaya penjajahan daerah daerah oleh spanyol dan
portugis dengan tujuan melenyapkan bangsa moor (ditafsirkan sebagai
seluruh umat islam
dimanapun)

saya gak menyukai perdebatan agama
saya gak mau mendebat agama lain
tapi saya juga tak suka agama saya dilecehkan

terimakasih
dewabrata
manusia biasa






--- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "A. Setiadi" <asetiadi@m...>
wrote:
> The Muslim religion is the fastest growing religion per capita  in
> the United States: ( because they have large families and they do
> not abort the unborn)
>
> Allah or Jesus? by: Rick Mathes
>
> Last month I attended my annual training session that's required for
> maintaining my state prison security clearance. During the training
> session there was a presentation by three speakers representing the
> Roman Catholic, Protestant and Muslim faiths, who explained each of
> their belief systems. I was particularly interested in what the
> Islamic Imam had to say. The Imam gave a great presentation of the
> basics of Islam, complete with a video. After the presentations,
> time was provided for questions and answers.
>
> When it was my turn, I directed my question to the Imam and asked:
> "Please, correct me if I'm wrong, but I understand that most Imams and

> clerics of Islam have declared a holy jihad [Holy War] against the
> infidels of the world.  And, that by killing an infidel, which is a
> command to all Muslims, they are assured of a place in heaven. If
> that's the case, can you give me the definition of an infidel?" There
> was no disagreement with my statements and, without hesitation, he
> replied, "Nonbelievers!"
> I responded, "So, let me make sure I have this straight. All
> followers of Allah have been commanded to kill everyone who is not
> of your faith so they can go to Heaven. Is that correct? The
> expression on his face changed from one of authority and command to
> that of a little boy who had just been caught with his hand in the
> cookie jar. He  sheepishly replied, "Yes."
> "Well, sir, I have a real problem trying to imagine Pope John Paul
> commanding all Catholics to kill those of your faith or Dr. Stanley
> ordering Protestants to do the same in order to go to Heaven!"
> The Imam was speechless.
>
> I continued, "I also have a problem with being your friend when you
> and your brother clerics are telling your followers to kill me.  Let
> me ask you a question.  Would you rather have your Allah who tells
> you to kill me in order to go to Heaven, or my Jesus who tells me to
> love you because I am
> going to Heaven and He wants you to be with me?" You could have
> heard a pin drop as the Imam hung his head in shame.
>
>   Needless to say, the organizers and/or promoters of the
> diversification-training seminar were not happy with Rick's way of
> dealing with the Islamic Imam and exposing the truth about the
> Muslim's
> beliefs.  I think everyone in the US (and Canada) should be
> required to read this, but with the liberal justice system, liberal
> media, and the ACLU, there is no way this will be widely publicized.
> Please pass this on to all your email contacts. This is a true story
> and the author, Rick Mathes, is a well-known leader in prison
> ministry.  "I would hope you would share this with your entire email
> addresses.  They have a right to  know what is going on in "Our"
> United States of America..." And if this story offends any one, then
> we have a serious problem.
>
>
>
>  Hendro Herlambang
>
>
> asetiadi@m...




Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts. Peace &
enlightenment be yours!

- from guys at Mayapada Prana
Yahoo! Groups Links

#2494 From: "si Brewok" <red_conjurer@...>
Date:: Tue Oct 11, 2005 2:38 am
Subject: [Mayapada Prana] Re: PATUNG BUDHA & ISLAM DI AFGANISTHAN ( buat Dewa brata )
red_conjurer
Send Email Send Email
 
Orang-orang suku terpecil di pedalaman Kalimantan, Sumatera, Papua
yang sering kita hakimi dengan kata-kata pagan, menyembah berhala,
animisme, dll ternyata mereka justru hidup harmonis dengan alam
semesta. Kelestarian lingkungan hidup dijaga benar karena mereka
yang "pagan" itu tahu bahwa Tuhan/Dewa/Deities yang mereka sembah
bermanifestasi dalam ujud alam tempat penghidupan mereka. Tapi Kita
menyebut mereka pagan karena mereka "menyembah" ruh leluhur/Dewa-
Dewi yang bersemayam di sungai, pohon, gunung, dll.

Sementara kita-kita yang mengaku orang beragama, beriman pada Tuhan
YME, justru menghancurkan lingkungan hidup pelan-pelan, buang sampah
di sembarang tempat. Kita kotori kosmos dan microkosmos (baca :
tubuh) dengan berbagai racun (limbah industri, asap pabrik, rokok,
miras, narkoba).

Menurut Brewok, orang-orang "Pagan" itu justru lebih mengerti essens-
nya spirituality dibanding kita-kita ini. Mereka hormat sekali pada
Mother Earth, pada Father Sky, pada semua mahluk dan ciptaan beserta
Penciptanya Yang Maha Agung.

... kita di milis ini masih suka berdebat mana yang lebih hebat :
ruqyah atau reiki... mana yang Allah mana yang bukan Allah...

Brewok mau sembunyi dulu...
(malu ama suku Dayak, Suku Anak Dalam, orang-orang Kampung Naga,
Baduy dan suku2 di Papua)

Adonai.

--- In mayapadaprana@yahoogroups.com, Surya Narendra
<surynarend@y...> wrote:
> Good! saya setuju atas ungkapan dibawah.
> Toh..pertanyaan adalah apakah sebelum para tokoh pembawa agama
datang ke tanah jawa atau indonesia, seperti hindu, islam, kristen
dll....., apakah penduduk aslinya tidak
> mengenal sang pencipta...???
> Mereka kenal , mereka tahu bahwa ada kekuatan yang menciptakan /
mengadakan semua itu, tapi sebutannya saja berbeda , tapi secara
pengertian adalah sama.
> Karena kalau hanya berdasar berbeda dalam menyebutkan dan
dijadikan perbedaan maka
> mengecilkan arti ke-maha-an itu sendiri. Padahal sebutan maha itu
sendiri hanya ungkapan secara verbal dari mulut seorang manusia.
Tentunya maha yang diungkapkan dan diucapkan oleh hati nurani akan
lebih tidak terbatas dari pada yang keluar dari mulut.
> Karena keluar dari mulut masih membutuhkan energi dan campur
tangan dari beberapa
> rangkaian system dalam tubuh.
> Sedangkan ungkapan dari dalam hati itu lebih tidak terbatas.
> Jadi benar ......lakukan sesuai dengan budaya budaya yang ada dan
sudah ada.
> Seperti perpaduan antara raga, pikiran dan roh ( atau fisik, non
fisik dan metafisik )......apakah ini bukan manifestasi yang secara
mendasar sama dengan trinitas. Tiga tapi satu, tidak terpisahkan.
Bila semuanya berjalan secara sinergis dan kompak maka itulah satu
kesatuan yang satu.
>
> Ciao...!!!
>
>
>
>

#2495 From: "si Brewok" <red_conjurer@...>
Date:: Tue Oct 11, 2005 2:42 am
Subject: Fwd: Generasi Otak Kosong - Himbauan/Ajakan untuk mencegahnya
red_conjurer
Send Email Send Email
 
--- In AhliKeuangan-Indonesia@yahoogroups.com, "Wahyudi, Herman
JKI" <Herman.Wahyudi@C...> wrote:

Rekan-rekan,

Sebagian mungkin sudah membaca artikel yang dimuat di Kompas pada
hari ini. Masalah yang dihadapi bangsa kita di masa datang adalah
Generasi Otak Kosong (maaf saya menggunakan bahasa hiperbolis di
sini, untuk menggambarkan kondisi yang sesungguhnya akan dialami
anak-anak tersebut).

Apa yang bisa kita lakukan? Saya mengusulkan langkah yang praktis
saja, tidak usah menunggu ada momen/acara untuk bagi-bagi sembako.
Toh acara-acara tersebut biasanya diadakan pada momen-momen khusus,
yang artinya anak-anak tersebut akan berkelimpahan (dijual lagi?)
pada masa tertentu dan kembali kekurangan gizi lagi.

Langkah yang saya usulkan adalah membawa makanan/minuman siap saji
tapi yang bergizi di dalam kendaraan kita/tas kita untuk diberikan
kepada anak-anak tersebut pada waktu kita bertemu dengan mereka di
jalan. Contoh paling mudah adalah susu cair dalam kemasan. Susu
tersebut sangat praktis karena mudah untuk dibawa-bawa, jangka waktu
kadaluarsa cukup panjang, dan kandungan gizi cukup baik. Jadi
daripada kita memberikan duit, yang notabene pasti disetor ke
supervisor/orang tua mereka dan belum tentu kembali lagi ke mereka
dalam bentuk gizi yang mereka perlukan, lebih baik kita memberikan
dalam bentuk barang yang langsung tepat pada sasaran.

Menurut saya, metode ini kalau diikuti oleh kita (dan juga rekan-
rekan milis lain) yang peduli kepada nasib generasi ini, anak-anak
tersebut akan mendapat tambahan asupan gizi yang cukup dan merata di
sepanjang tahun. Karena kita sudah tersebar secara acak di Jakarta
(dan beberapa kota besar di Indonesia) dan periode pemberiannya pun
juga acak.

Mungkin rekan-rekan lain dapat memberikan solusi/ide lain untuk
mencegah Generasi Otak Kosong.

Salam,

Herman W


Tanda-tanda Sudah di Depan Mata
Gesit Ariyanto
Siang itu pasangan suami istri Udin (35) dan Saidah (33) duduk di
lantai teras kontrakan yang berukuran 4 x 6 meter persegi dengan
wajah kusut.
Rumah tersebut berimpit dengan rumah lain di Gang Masjid/Irma RT 008
RW V, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang,
dan telah mereka huni sepuluh tahun.
Ketiga anak mereka berlarian sambil bercanda. Si bungsu, Febi (2),
sesekali menghampiri dada ibunya untuk menetek.
Si sulung yang beranjak delapan tahun tak mengenal bangku sekolah.
Hidup makin getir pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Udin, kuli bangunan serabutan berupah Rp 40.000 per hari itu muram
membayangkan masa depan. Tiga anak perempuannya butuh makan.
Namun, harga minyak tanah untuk memasak naik tiga kali lipat. Belum
lagi harga beras berikut lauk-pauknya. Padahal sebelum kenaikan
harga pun ia sudah biasa menganggur 2-3 bulan.
Dulu saja ketiga anaknya tak jarang makan seadanya. Nasi bertabur
garam adalah menu harian bila tak ada pekerjaan. Lauk ikan asin dan
sedikit sayur baru dinikmati bila ada rezeki. "Anak-anak sudah
biasa. Mereka tak pernah rewel," kata Saidah.
Seperti orang kalah, mereka harus rela menerima kenyataan. Kekalahan
berlipat karena mereka tak termasuk penerima dana kompensasi
kenaikan harga BBM Rp 300.000 per tiga bulan, gara-gara tak punya
KTP. Pernah Udin berupaya membuat KTP, tetapi urung karena harus
bayar Rp 150.000.
Menyiasati
Tak ada cara lain. Beberapa ibu rumah tangga berupaya menyiasati
kenyataan pahit saat ini. Ny Siti dan Ny Desi, warga RT 002 RW XIV,
Grogol Utara, di Kebayoran Lama, misalnya, mengurangi jatah lauk dan
susu untuk anaknya.
Menurut Ny Siti yang beranak lima, biasanya ia membeli ikan bandeng
dua ekor untuk seluruh keluarga. Kini cukup satu ekor. Konsumsi susu
ketiga anaknya pun dikurangi.
Hal serupa diungkapkan Ny Desi yang memiliki anak usia lima
bulan. "Dulu kalau bikin susu kental, sekarang terpaksa diencerin.
Tapi saya tidak kurangi porsi makannya," ucapnya.
Keduanya mengeluh, pengeluaran harian mereka rata-rata naik 50
persen per item. Belum lagi ongkos angkutan umum.
Namun, Ny Mia (40), yang tinggal di rumah papan beratap bolong-
bolong di Gang Mushola, RT 004 RW I, Kelurahan Pondok Aren,
Tangerang, tak mampu lagi bersiasat. Suaminya bekerja serabutan.
Seminggu lalu ia melahirkan anak kedelapan bernama Rahmat, dengan
berat badan dua kilogram. Di rumah berlantai tanah itu tinggal pula
ayahnya, keluarga kakak, dua adik, dan juga menantunya.
"Hidup tambah susah," kata Timah (55), kakak kandung Mia, yang baru
sebulan berhenti kerja sebagai pembantu rumah tangga. Timah
bersuamikan penjual bayam, beranak lima.
Mereka bertanya bagaimana agar bisa mendapatkan dana kompensasi BBM.
Kalau alasannya KTP, rumah keluarga Betawi turun-temurun itu tak
lebih dari satu kilometer dari Kelurahan Pondok Aren.
Jangankan Rp 100.000 per bulan, berapa pun akan mereka terima untuk
membeli kebutuhan pokok, beras dan minyak tanah apalagi. "Saya
sekali masak perlu dua liter beras," kata Mia.
Dua liter artinya Rp 6.000 (sebelumnya Rp 4.000) hanya untuk beras
kualitas rendah. Belum lagi minyak tanahnya. Lauk? Jangan bayangkan
telur yang per butirnya sudah Rp 600.
"Pokoknya sekarang mah berat. Perang aja sekalian...," kata Maya,
yang punya anak umur dua tahun, cucu pertama Mia.
GENERASI OTAK KOSONG
Melemahnya daya beli masyarakat menjadi ancaman besar bagi masa
depan bangsa. Data sepanjang tahun 1990-2003 menunjukkan, jumlah
anak balita kurang gizi mencapai 8,31 persen atau sekitar 23 juta.
Dampak kurang gizi adalah terhambatnya pertumbuhan otak dan fisik.
Peneliti di Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas
Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Mahlil Ruby MD
MPH mengatakan, generasi yang hilang (lost generation) dipertaruhkan
pada usia balita.
Begitu melewati usia DUA tahun tanpa asupan gizi seimbang, apalagi
sampai usia LIMA tahun tak ada intervensi gizi, kondisinya tak dapat
diperbaiki lagi. Jadilah generasi yang hilang.
Salah satu indikasinya, citra CT-Scan akan memperlihatkan gambar
otak yang tidak padat alias OTAK KOSONG. Balita demikian memiliki
kecerdasan intelektual rendah.
Hal serupa diungkapkan Ketua Institute for Ecosoc Rights Sri Palupi.
Sayang, di tengah kemiskinan di Indonesia kebijakan pemerintah
justru melemahkan daya beli masyarakat.
Pemerintah merasa cukup dengan memberi "sekoci" Rp 100.000 per bulan
per keluarga, padahal peran untuk memproteksi anak balita mati suri.
Persoalan ini menjadi "bom waktu" begitu mereka dewasa.
Menurut Palupi, pemerintah belum juga beranjak dari pendekatan lama:
bergerak setelah telanjur darurat dan dengan solusi jangka pendek.
Yang dibutuhkan adalah kebijakan struktural, seperti penanganan
sektor kesehatan dan pendidikan. "Kini, apa yang bisa dibeli dengan
Rp 100.000?" gugatnya.
Maka, selama kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan kondisi riil
di masyarakat-dan lebih suka mencari kambing hitam-bersiaplah
memanen generasi yang hilang. Tidak lama, cuma DUA DASAWARSA lagi.


---------------------------------------------------------------------
---------
CONFIDENTIALITY NOTICE: If you have received this email in error,
please immediately notify the sender by e-mail at the address
shown.  This email transmission may contain confidential
information.  This information is intended only for the use of the
individual(s) or entity to whom it is intended even if addressed
incorrectly.  Please delete it from your files if you are not the
intended recipient.  Thank you for your compliance.  Copyright 2005
CIGNA
=====================================================================
=========


[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---

#2496 From: mayapadaprana@yahoogroups.com
Date:: Tue Oct 11, 2005 4:53 am
Subject: New file uploaded to mayapadaprana
mayapadaprana@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
Hello,

This email message is a notification to let you know that
a file has been uploaded to the Files area of the mayapadaprana
group.

   File        : /Chakras.ppt
   Uploaded by : mayapadaprana <mayapadaprana@...>
   Description : Pranic Flows & The Principal Chakras

You can access this file at the URL

http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/files/Chakras.ppt

To learn more about file sharing for your group, please visit

http://help.yahoo.com/help/aa/groups/files

Regards,

mayapadaprana <mayapadaprana@...>

#2498 From: "mangucup88" <mang.ucup@...>
Date:: Tue Oct 11, 2005 8:02 am
Subject: Euthanasia bukanlah kehendak-Nya !
mangucup88
Send Email Send Email
 
Euthanasia itu melawan kedaulatan Sang Pencipta, tetapi kalho Anda
udah bener2 putus asa dan bener2 kebelet ingin buruan bunuh diri,
sebaiknya berdoalah dan memohonnya kepada-Nya. Siapa tahu Sang
Pencipta bersedia untuk mengabulkannya, dimana Anda akhirnya bisa
koit disamber gledek sampai gosong atau bisa juga di tabrak ama tenk
waja sampai lumet lembut seperti bubur

Negara yg pertama kali menghalalkan Euthanasia, bukannya negeri
Belanda melainkan Jerman, ini dilakukan oleh Adolf Hitler untuk
melaksanakan program pemurnian gen. Dasar pemurnian gen ini berpijak
pandangan evolusionis kaum Nazi ada pada konsep "Eugenics". Eugenics
berarti "perbaikan" ras manusia dengan membuang orang-orang
berpenyakit dan cacat, serta memperbanyak jumlah individu sehat. Ia
manganjurkan agar bayi-bayi cacat baru lahir segera dibunuh untuk
mempercepat proses evolusi pada masyarakat manusia. Ia melangkah
lebih jauh dan mengusulkan agar orang-orang cacat, lemah mental dan
berpenyakit genetis hendaknya langsung dibunuh saja.

Menurut teori Eugenics, ras manusia dapat diperbaiki dengan cara
yang sama sebagaimana hewan berkualitas baik dapat dihasilkan
melalui perkawinan hewan-hewan yang sehat. Oleh sebab itulah
pemerintah Nazi menggalang proyek "T-4 Euthanasia Program" dimana
melalui program ini telah dibunuh 200 ribu bayi & orang cacad dan
berpenyakit. T4 adalah singkatan dari nama Jalan dimana kantor
proyek ini berpusat ialah "Tiergartenstrasse 4" di Berlin.

Perlu diketahui bahwa membunuh bayi yg cacat atau orang dewasa yg
menderita, ini tidak menghindarkan kesengsaraan manusia, bahkan
kebalikannya, karena ini menimbulkan kesengsaraan maut, disamping
itu penderitaan bukanlah suatu yg harus dihindar, karena dapat
menjadi suatu masa yg bisa menguji dan membangun karakter. Jangan
kira orang yg lahir buta itu selalu hopeless dan useless, lihat saja
Helen Keler, Stevy Wonder walaupun mereka buta, tetapi memiliki
suara yg merdu banget, dari sebab itulah there is no reason untuk
manghabisi si buta, hanya karena ia sejak dilahirkan sudah buta.

Pasien dari golongan ekonomi lemah, yg tidak mampu walaupun sudah
sekarat sekalipun; saya yakin mereka juga masih mempunyai keinginan
dan hasrat untuk bisa hidup terus, jadi apabila karena keadaan tidak
memampukan mereka untuk berobat ataupun dirawat di rumah sakit,
sehingga mereka menemukan ajalnya ini tidak bisa dikategorikan
sebagai euthanasia.

Euthanasia seharusnya merupakan keinginan bebas per orangan dari
sang pasiennya itu sendiri, untuk mengakhiri hidupnya, bukannya
karena dipaksakan ataupun karena keadaan memaksakan sehingga hal ini
bisa terjadi.

Dan perlu diketahui bahwa Euthanasia itu sebenarnya bertentangan dgn
kedaulatan Allah, Ia telah berfirman: "Akulah yg mematikan dan yg
menghidupkan .dan seoang pun tidak ada yg dapat melepaskan dari
tangan-Ku". Allah sendirilah yg menciptakan hidup manusia, oleh
sebab itu pulalah hanya Allah sendirilah yg berhak untuk
mengambilnya kembali, bahkan Paulus sendiri menyatakan "tidak pernah
orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya".

Disamping itu telah tercantum dgn jelas dlm perintah-Nya "Jangan
membunuh" dan hukuman bagi yg melanggar perintah itu adalah
kematian., apabila kita secara sukarela mo bunuh diri ataupun
dibunuh, berarti secara langsung ataupun tidak langsung, kita telah
melanggar kedaulatan Allah dan juga perintah-Nya.

  Apabila Tuhan memberikan ujian kepada manusia berupa penyakit, maka
untuk ini hanya ada dua kemungkinan saja:
- Tuhan pasti akan memberikan penyembuhan maupun jalan keluarnya
- Atau karena Tuhan ingin memanggil Anda pulang lebih awal ke sorga

Jadi buat apa kita mau turut serta mencampuri urusan-Nya, biarlah Ia
sendiri yang menentukan-Nya apa yg terbaik bagi diri kita, karena
saya yakin haqul yakin bahwa Ia lebih mengetahuinya daripada
siapapun juga makhluk di kolong langit ini, bukannya sang Dr,
bukannya anggota keluarga Anda, maupun diri Anda sendiri. Maka dari
itu juga biarlah Ia sendiri yg menentukannya agar kehendak-Nya lah
yg selalu terjadi ! Amin.

Maranatha
Mang Ucup
Email: mangucup@...
Homepage: www.mangucup.net

#2499 From: Boedi <butet@...>
Date:: Tue Oct 11, 2005 12:13 pm
Subject: Re: [Mayapada Prana] Fwd: Generasi Otak Kosong - Himbauan/Ajakan untuk mencegahnya
boedi99
Send Email Send Email
 
Dengan perkataan lain bahwa:
SBY gak punya otak ???
heheheh ...

Namaste,
Boedi
(sedang menimbang-nimbang, apa yang akan kumakan besok?)

========== Original Message ==========
From : "si Brewok" <red_conjurer@...>
Subject : [Mayapada Prana] Fwd:  Generasi Otak Kosong -
Himbauan/Ajakan untuk mencegahnya
Date : Tue, 11 Oct 2005 02:42:32 -0000
======================================
|--- In AhliKeuangan-Indonesia@yahoogroups.com, "Wahyudi, Herman
|JKI" <Herman.Wahyudi@C...> wrote:
|
|Rekan-rekan,
|
|Sebagian mungkin sudah membaca artikel yang dimuat di Kompas pada
|hari ini. Masalah yang dihadapi bangsa kita di masa datang adalah
|Generasi Otak Kosong (maaf saya menggunakan bahasa hiperbolis di
|sini, untuk menggambarkan kondisi yang sesungguhnya akan dialami
|anak-anak tersebut).
|
|Apa yang bisa kita lakukan? Saya mengusulkan langkah yang praktis
|saja, tidak usah menunggu ada momen/acara untuk bagi-bagi sembako.
|Toh acara-acara tersebut biasanya diadakan pada momen-momen khusus,
|yang artinya anak-anak tersebut akan berkelimpahan (dijual lagi?)
|pada masa tertentu dan kembali kekurangan gizi lagi.
|
|Langkah yang saya usulkan adalah membawa makanan/minuman siap saji
|tapi yang bergizi di dalam kendaraan kita/tas kita untuk diberikan
|kepada anak-anak tersebut pada waktu kita bertemu dengan mereka di
|jalan. Contoh paling mudah adalah susu cair dalam kemasan. Susu
|tersebut sangat praktis karena mudah untuk dibawa-bawa, jangka waktu
|kadaluarsa cukup panjang, dan kandungan gizi cukup baik. Jadi
|daripada kita memberikan duit, yang notabene pasti disetor ke
|supervisor/orang tua mereka dan belum tentu kembali lagi ke mereka
|dalam bentuk gizi yang mereka perlukan, lebih baik kita memberikan
|dalam bentuk barang yang langsung tepat pada sasaran.
|
|Menurut saya, metode ini kalau diikuti oleh kita (dan juga rekan-
|rekan milis lain) yang peduli kepada nasib generasi ini, anak-anak
|tersebut akan mendapat tambahan asupan gizi yang cukup dan merata di
|sepanjang tahun. Karena kita sudah tersebar secara acak di Jakarta
|(dan beberapa kota besar di Indonesia) dan periode pemberiannya pun
|juga acak.
|
|Mungkin rekan-rekan lain dapat memberikan solusi/ide lain untuk
|mencegah Generasi Otak Kosong.
|
|Salam,
|
|Herman W
|
|
|Tanda-tanda Sudah di Depan Mata
|Gesit Ariyanto
|Siang itu pasangan suami istri Udin (35) dan Saidah (33) duduk di
|lantai teras kontrakan yang berukuran 4 x 6 meter persegi dengan
|wajah kusut.
|Rumah tersebut berimpit dengan rumah lain di Gang Masjid/Irma RT 008
|RW V, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang,
|dan telah mereka huni sepuluh tahun.
|Ketiga anak mereka berlarian sambil bercanda. Si bungsu, Febi (2),
|sesekali menghampiri dada ibunya untuk menetek.
|Si sulung yang beranjak delapan tahun tak mengenal bangku sekolah.
|Hidup makin getir pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
|Udin, kuli bangunan serabutan berupah Rp 40.000 per hari itu muram
|membayangkan masa depan. Tiga anak perempuannya butuh makan.
|Namun, harga minyak tanah untuk memasak naik tiga kali lipat. Belum
|lagi harga beras berikut lauk-pauknya. Padahal sebelum kenaikan
|harga pun ia sudah biasa menganggur 2-3 bulan.
|Dulu saja ketiga anaknya tak jarang makan seadanya. Nasi bertabur
|garam adalah menu harian bila tak ada pekerjaan. Lauk ikan asin dan
|sedikit sayur baru dinikmati bila ada rezeki. "Anak-anak sudah
|biasa. Mereka tak pernah rewel," kata Saidah.
|Seperti orang kalah, mereka harus rela menerima kenyataan. Kekalahan
|berlipat karena mereka tak termasuk penerima dana kompensasi
|kenaikan harga BBM Rp 300.000 per tiga bulan, gara-gara tak punya
|KTP. Pernah Udin berupaya membuat KTP, tetapi urung karena harus
|bayar Rp 150.000.
|Menyiasati
|Tak ada cara lain. Beberapa ibu rumah tangga berupaya menyiasati
|kenyataan pahit saat ini. Ny Siti dan Ny Desi, warga RT 002 RW XIV,
|Grogol Utara, di Kebayoran Lama, misalnya, mengurangi jatah lauk dan
|susu untuk anaknya.
|Menurut Ny Siti yang beranak lima, biasanya ia membeli ikan bandeng
|dua ekor untuk seluruh keluarga. Kini cukup satu ekor. Konsumsi susu
|ketiga anaknya pun dikurangi.
|Hal serupa diungkapkan Ny Desi yang memiliki anak usia lima
|bulan. "Dulu kalau bikin susu kental, sekarang terpaksa diencerin.
|Tapi saya tidak kurangi porsi makannya," ucapnya.
|Keduanya mengeluh, pengeluaran harian mereka rata-rata naik 50
|persen per item. Belum lagi ongkos angkutan umum.
|Namun, Ny Mia (40), yang tinggal di rumah papan beratap bolong-
|bolong di Gang Mushola, RT 004 RW I, Kelurahan Pondok Aren,
|Tangerang, tak mampu lagi bersiasat. Suaminya bekerja serabutan.
|Seminggu lalu ia melahirkan anak kedelapan bernama Rahmat, dengan
|berat badan dua kilogram. Di rumah berlantai tanah itu tinggal pula
|ayahnya, keluarga kakak, dua adik, dan juga menantunya.
|"Hidup tambah susah," kata Timah (55), kakak kandung Mia, yang baru
|sebulan berhenti kerja sebagai pembantu rumah tangga. Timah
|bersuamikan penjual bayam, beranak lima.
|Mereka bertanya bagaimana agar bisa mendapatkan dana kompensasi BBM.
|Kalau alasannya KTP, rumah keluarga Betawi turun-temurun itu tak
|lebih dari satu kilometer dari Kelurahan Pondok Aren.
|Jangankan Rp 100.000 per bulan, berapa pun akan mereka terima untuk
|membeli kebutuhan pokok, beras dan minyak tanah apalagi. "Saya
|sekali masak perlu dua liter beras," kata Mia.
|Dua liter artinya Rp 6.000 (sebelumnya Rp 4.000) hanya untuk beras
|kualitas rendah. Belum lagi minyak tanahnya. Lauk? Jangan bayangkan
|telur yang per butirnya sudah Rp 600.
|"Pokoknya sekarang mah berat. Perang aja sekalian...," kata Maya,
|yang punya anak umur dua tahun, cucu pertama Mia.
|GENERASI OTAK KOSONG
|Melemahnya daya beli masyarakat menjadi ancaman besar bagi masa
|depan bangsa. Data sepanjang tahun 1990-2003 menunjukkan, jumlah
|anak balita kurang gizi mencapai 8,31 persen atau sekitar 23 juta.
|Dampak kurang gizi adalah terhambatnya pertumbuhan otak dan fisik.
|Peneliti di Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas
|Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Mahlil Ruby MD
|MPH mengatakan, generasi yang hilang (lost generation) dipertaruhkan
|pada usia balita.
|Begitu melewati usia DUA tahun tanpa asupan gizi seimbang, apalagi
|sampai usia LIMA tahun tak ada intervensi gizi, kondisinya tak dapat
|diperbaiki lagi. Jadilah generasi yang hilang.
|Salah satu indikasinya, citra CT-Scan akan memperlihatkan gambar
|otak yang tidak padat alias OTAK KOSONG. Balita demikian memiliki
|kecerdasan intelektual rendah.
|Hal serupa diungkapkan Ketua Institute for Ecosoc Rights Sri Palupi.
|Sayang, di tengah kemiskinan di Indonesia kebijakan pemerintah
|justru melemahkan daya beli masyarakat.
|Pemerintah merasa cukup dengan memberi "sekoci" Rp 100.000 per bulan
|per keluarga, padahal peran untuk memproteksi anak balita mati suri.
|Persoalan ini menjadi "bom waktu" begitu mereka dewasa.
|Menurut Palupi, pemerintah belum juga beranjak dari pendekatan lama:
|bergerak setelah telanjur darurat dan dengan solusi jangka pendek.
|Yang dibutuhkan adalah kebijakan struktural, seperti penanganan
|sektor kesehatan dan pendidikan. "Kini, apa yang bisa dibeli dengan
|Rp 100.000?" gugatnya.
|Maka, selama kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan kondisi riil
|di masyarakat-dan lebih suka mencari kambing hitam-bersiaplah
|memanen generasi yang hilang. Tidak lama, cuma DUA DASAWARSA lagi.
|
|
|---------------------------------------------------------------------
|---------
|CONFIDENTIALITY NOTICE: If you have received this email in error,
|please immediately notify the sender by e-mail at the address
|shown.  This email transmission may contain confidential
|information.  This information is intended only for the use of the
|individual(s) or entity to whom it is intended even if addressed
|incorrectly.  Please delete it from your files if you are not the
|intended recipient.  Thank you for your compliance.  Copyright 2005
|CIGNA
|=====================================================================
|=========
|
|
|[Non-text portions of this message have been removed]
|
|--- End forwarded message ---
|
|
|
|
|
|
|Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts.
|Peace & enlightenment be yours!
|
|- from guys at Mayapada Prana
|Yahoo! Groups Links
|
|
|
|
|
|
|

#2500 From: "gagak_sasuke" <bimasakti@...>
Date:: Wed Oct 12, 2005 8:22 am
Subject: Mohon tanggapannya
gagak_sasuke
Send Email Send Email
 
Teman - teman, saya menemukan link ini :
http://www.ajangkita.com/forum/viewtopic.php?
p=235409&sid=70539c72174611dda14de69192e874af

Apa yang ditulis di link ini benar atau tidak ? Kalau benar, alasannya
apa, kalau salah juga alasannya apa ?

Terima kasih

#2501 From: "gagak_sasuke" <bimasakti@...>
Date:: Wed Oct 12, 2005 8:25 am
Subject: Tempat pembangkitan kundalini di Bandung
gagak_sasuke
Send Email Send Email
 
Teman - teman, ada yang mengetahui tempat untuk pembangkitan kundalini
di Bandung tidak ?

Terima kasih

#2502 From: "mangucup88" <mang.ucup@...>
Date:: Wed Oct 12, 2005 5:50 pm
Subject: Komoditi langka !
mangucup88
Send Email Send Email
 
Selainnya BBM & minyak tanah, ternyata ada komoditi lainnya yg
menjadi sangat langka dan sangat sukar sekali bisa di dapatkan
terutama di Indonesia, ialah "kepercayaan", tanya saja kepada diri
sendiri kepada siapa lagi pada saat ini Anda masih bisa percaya?
Apakah rakyat bisa memperlakukan semboyan "In SBY & JK we trust !",
boro2 sebab semua janji2nya hanya sekedar pepesan kosong, karena
kenyataannya politik mereka telah membuat rakyatnya menjadi semakin
miskin dan menderita, bahkan kalau di ingatkan akan janjinya, SBY
menjawab dgn enteng: "I don't care with my popularity", walaupun
seharusnya Presiden tidak boleh cuek dan tidak peduli dgn
kepercayaan publik.

Kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah sekarang ini sudah
terbuktikan dimana begitu banyak daerah yg ingin lepas bebas dari
pemerintah pusat seperti halnya dgn Aceh. Begitu juga dgn aparatnya,
mulai dari jajaran polisi dgn pangkat terendah s/d Mahkamah Agung
atau lembaga pengawas tertinggi peradilan di Indonesia sudah tidak
bisa dipercaya lagi. Maklum dlm banyak kasus bukannya yg bersalah yg
akan dihukum melainkan orang yg tidak beduit lah yg akan dihukum.

Konon ketua MA nya sendiri sdh terima suap; dari seorang klien saja
ia mengantongi lima Milyar belum dari klien2 lainnya, padahal setiap
keputusan hakim di Indonesia selalu menggunakan nama Tuhan Yang Maha
Esa, tetapi dlm hal ini bisa dimaklumi sebab Tuhan di Indonesia pun
sdh merupakan komoditi yg bisa diperjual belikan. Kagak percaya
lihat saja rumah2 ibadah disekitar Anda.

Begitu juga dgn para pembimbing agamanya, sehingga bukan rahasia
lagi, bahwa banyak pembimbing agama yg lebih mengutamakan dan
mementingkan domba2 gemuk ato umatnya yg berduit daripada para domba
kere yg kurus kerempeng. Mereka bukannya memberikan santapan rohani
bagi umatnya, melainkan hal yg kebalikannyalah terjadi dimana
domba2nya yg disembelih dan disantap untuk dijadikan sate ato gule
kambing.

Bahkan akhir2 ini kepercayaan terhadap Aa pun mulai memudar, karena
ia bersedia dijadikan narasumber bagi iklan kenaikan BBM.

Aa sendiri pernah mengatakan bagaimana orang bisa percaya bahwa
mereka itu pemeluk agama yg mengutamakan kasih, tapi dilain saat
mereka meneriakkan "Allahu Akbar" sambil ditangan kiri mengepalkan
tinju dan ditangan kanan pegang golok 

Ketidak percayaan ini bukan hanya bagi penduduk di Indonesia saja,
melainkan dari pihak asing terhadap Indonesia pun demikian, sejak
adanya bom2 yg meledak di Bali para wisatawan asing pun sudah tidak
percaya lagi bahwa Bali itu merupakan pulau dewata yg penuh
kedamaian. Begitu juga dgn para investor asing, mereka sdh ogah
untuk invest di Indonesia karena ketidak adanya kepercayaan terhadap
Indonesia.

Dan tanyalah kepada diri sendiri apakah Anda percaya bahwa uang
kompensasi sosial untuk kalangan miskin akan bisa diterima secara
utuh oleh mereka? Apakah Anda percaya pemerintah bisa memberantas
korupsi ? Maka dari itulah daripada pusing2  mendiskusikan soal
kepercayaan, marilah kita mendendangkan lagu hasil karya gubahannya
Mang Ucup, nada dan irama seperti lagu Bengawan Solo begitu, yg
nantinya akan dibawakan di dalam siaran TV "Pemilihan Koruptor Idola
Indonesia"

Para koruptor
Riwayatmu ini
sedari dulu
Jadi perhatian insani

Musim sebelum BBM naik
tak seberapa duitmu
dimusim setelah itu
duitmu meluap sampai ke Swis

Mata duitmu dari rakyat
terkurung gunung seribu
duit meluap sampai jauh
dan akhirnya ke kocekmu

Itu parahnya
riwayatnya sedari dulu
kaum pedagang
selalu naik menjadi satu.

Mang Ucup
Mang Ucup
Email: mang.ucup@...
Homepage: www.mangucup.net

#2503 From: dudipura <dadidu208@...>
Date:: Thu Oct 13, 2005 6:20 am
Subject: Re: [Mayapada Prana] Komoditi langka !
dadidu208@...
Send Email Send Email
 
Dear mang ucup,

Saya hargai dan hormati pendapat anda, terima kasih atas informasinya..
Sepertinya mang ucup tau betul permasalahan yang bangsa kita sedang hadapi yah,
salute !!!

Pertanyaannya adalah apa yang telah kita perbuat dan kontribusikan dalam 
memberikan solusi atas semua permasalahan yang ada?

Untuk itu yuuuuuk, kita mulai dari komponen terkecil bangsa yg besar ini, yaitu
diri kita sendiri.. kita mulai dari memperbaiki diri sendiri paling tidak yuk
kita tingkatkan "energi posotif" kita (dari sang Maha / Sumber Energi), sehingga
apapun yg keluar dari mulut kita, tulisan kita, pendapat kita.. atau apa sajalah
yg kita hasilkan selalu posotif sehingga berdampak positif pula bagi orang di
sekeliling / lingkungan kita, dengan demikian diharapkan bangsa ini dapat cepat
pulih dari 'sakit'nya (energi negatif).

Ibarat segelas air keruh di dalam gelas, kita tuangkan terus menerus dengan air
jernih maka air di dalam gelas pun akan segera jernih juga, dan melimpahlah air
jernih dari dalam gelas.
Limpahan energi postif itulah yang bangsa kita butuhkan saat ini. Terima Kasih.

Demikian tanggapan saya, semoga berkenan..

Salam Sejahtera,

dudipura




mangucup88 <mang.ucup@...> wrote:
Selainnya BBM & minyak tanah, ternyata ada komoditi lainnya yg
menjadi sangat langka dan sangat sukar sekali bisa di dapatkan
terutama di Indonesia, ialah "kepercayaan", tanya saja kepada diri
sendiri kepada siapa lagi pada saat ini Anda masih bisa percaya?
Apakah rakyat bisa memperlakukan semboyan "In SBY & JK we trust !",
boro2 sebab semua janji2nya hanya sekedar pepesan kosong, karena
kenyataannya politik mereka telah membuat rakyatnya menjadi semakin
miskin dan menderita, bahkan kalau di ingatkan akan janjinya, SBY
menjawab dgn enteng: "I don't care with my popularity", walaupun
seharusnya Presiden tidak boleh cuek dan tidak peduli dgn
kepercayaan publik.

Kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah sekarang ini sudah
terbuktikan dimana begitu banyak daerah yg ingin lepas bebas dari
pemerintah pusat seperti halnya dgn Aceh. Begitu juga dgn aparatnya,
mulai dari jajaran polisi dgn pangkat terendah s/d Mahkamah Agung
atau lembaga pengawas tertinggi peradilan di Indonesia sudah tidak
bisa dipercaya lagi. Maklum dlm banyak kasus bukannya yg bersalah yg
akan dihukum melainkan orang yg tidak beduit lah yg akan dihukum.

Konon ketua MA nya sendiri sdh terima suap; dari seorang klien saja
ia mengantongi lima Milyar belum dari klien2 lainnya, padahal setiap
keputusan hakim di Indonesia selalu menggunakan nama Tuhan Yang Maha
Esa, tetapi dlm hal ini bisa dimaklumi sebab Tuhan di Indonesia pun
sdh merupakan komoditi yg bisa diperjual belikan. Kagak percaya
lihat saja rumah2 ibadah disekitar Anda.

Begitu juga dgn para pembimbing agamanya, sehingga bukan rahasia
lagi, bahwa banyak pembimbing agama yg lebih mengutamakan dan
mementingkan domba2 gemuk ato umatnya yg berduit daripada para domba
kere yg kurus kerempeng. Mereka bukannya memberikan santapan rohani
bagi umatnya, melainkan hal yg kebalikannyalah terjadi dimana
domba2nya yg disembelih dan disantap untuk dijadikan sate ato gule
kambing.

Bahkan akhir2 ini kepercayaan terhadap Aa pun mulai memudar, karena
ia bersedia dijadikan narasumber bagi iklan kenaikan BBM.

Aa sendiri pernah mengatakan bagaimana orang bisa percaya bahwa
mereka itu pemeluk agama yg mengutamakan kasih, tapi dilain saat
mereka meneriakkan "Allahu Akbar" sambil ditangan kiri mengepalkan
tinju dan ditangan kanan pegang golok 

Ketidak percayaan ini bukan hanya bagi penduduk di Indonesia saja,
melainkan dari pihak asing terhadap Indonesia pun demikian, sejak
adanya bom2 yg meledak di Bali para wisatawan asing pun sudah tidak
percaya lagi bahwa Bali itu merupakan pulau dewata yg penuh
kedamaian. Begitu juga dgn para investor asing, mereka sdh ogah
untuk invest di Indonesia karena ketidak adanya kepercayaan terhadap
Indonesia.

Dan tanyalah kepada diri sendiri apakah Anda percaya bahwa uang
kompensasi sosial untuk kalangan miskin akan bisa diterima secara
utuh oleh mereka? Apakah Anda percaya pemerintah bisa memberantas
korupsi ? Maka dari itulah daripada pusing2  mendiskusikan soal
kepercayaan, marilah kita mendendangkan lagu hasil karya gubahannya
Mang Ucup, nada dan irama seperti lagu Bengawan Solo begitu, yg
nantinya akan dibawakan di dalam siaran TV "Pemilihan Koruptor Idola
Indonesia"

Para koruptor
Riwayatmu ini
sedari dulu
Jadi perhatian insani

Musim sebelum BBM naik
tak seberapa duitmu
dimusim setelah itu
duitmu meluap sampai ke Swis

Mata duitmu dari rakyat
terkurung gunung seribu
duit meluap sampai jauh
dan akhirnya ke kocekmu

Itu parahnya
riwayatnya sedari dulu
kaum pedagang
selalu naik menjadi satu.

Mang Ucup
Mang Ucup
Email: mang.ucup@...
Homepage: www.mangucup.net









Have constructive thoughts, consoling words, compassionate acts.
Peace & enlightenment be yours!

- from guys at Mayapada Prana



---------------------------------
Yahoo! Groups Links

    To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

    To unsubscribe from this group, send an email to:
mayapadaprana-unsubscribe@yahoogroups.com

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



---------------------------------
  Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]

#2504 From: MANG UCUP <mang.ucup@...>
Date:: Thu Oct 13, 2005 12:48 pm
Subject: Re: [Mayapada Prana] Komoditi langka !
mangucup88
Send Email Send Email
 
Dudipura nulis:
dibusek...
>
> Pertanyaannya adalah apa yang telah kita perbuat dan kontribusikan dalam
> memberikan solusi atas semua permasalahan yang ada?
>
> Untuk itu yuuuuuk, kita mulai dari komponen terkecil bangsa yg besar ini,
> yaitu diri kita sendiri.. kita mulai dari memperbaiki diri sendiri paling
> tidak yuk kita tingkatkan "energi posotif" kita (dari sang Maha / Sumber
> Energi), sehingga apapun yg keluar dari mulut kita, tulisan kita, pendapat
> kita.. atau apa sajalah yg kita hasilkan selalu posotif sehingga berdampak
> positif pula bagi orang di sekeliling / lingkungan kita, dengan demikian
> diharapkan bangsa ini dapat cepat pulih dari 'sakit'nya (energi negatif).
>
Mang Ucup:
banyak terima kasih untuk emailnya yg telah menjadi berkat bagi mang
Ucup dan akan menjadi masukan yg bermanfaat bagi saya.

tulisan2 mang Ucup pada umumnya selalu diawali oleh hal2 yg bersifat
negativ/provokatif untuk mengajak para pembacanya turut merenungkan,
tetapi setelah itu saya berusaha untuk menulis artikel berikutnya yg
bersifat posiftif, sebagai contoh  artikel "yuu...uk buruan bunuh
diri" setelah itu disambung dgn posting artikel berikutnya yg berjudul
"Euthanasia bukanlah kehendak-Nya", begitu juga dgn artikel yg
sekarang ini, ini baru yg bag. pertama nya jadi masih bersambung
begitu, mirip dgn cersil Kho Ping Hoo yg selalu dikahiri dgn hepi end
begitu.

Salam persahabatan dgn tabik jabat tangan erat
Mang Ucup

#2505 From: "mangucup88" <mang.ucup@...>
Date:: Thu Oct 13, 2005 3:02 pm
Subject: Wong Pinter dapat Hadiah Nobel Sastra
mangucup88
Send Email Send Email
 
Rupanya sudah wajar apabila orang pinter menerima hadiah Nobel
seperti yg diterima oleh  Mr. Harold Pinter (nama keluarganya adalah
Pinter) dari Inggris telah dipilih sebagai pemenang hadiah Nobel
Sastra untuk th 2005, walaupun demikian Indonesia juga turut
dinominasikan melalui Pramoedya Ananta Toer. Orang Asia yg pernah
mendapatkan hadiah Nobel Sastra adalah Gao Xing Jian  Perancis (th
2000), Yasunari Kawabata  Jepang (1968) dan Kenyaburo Oe  Jepang
(th 1994).

Perlu diketahui juga bahwa kata pinter ini berasal dan diserap dari
bahasa Belanda yg mempunyai arti yg sama ialah "pienter".

Ada anekdot menarik tentang filsuf-cum-novelis-cum-dramawan
Eksistensialis Perancis Jean-Paul Sartre dan Pablo Neruda. Akademi
Swedia yang tiap tahun memilih seorang sastrawan bangsa apa saja 
yang karya-karyanya dianggap memajukan kemanusiaan manusia-manusia
penghuni planet manusia ini  untuk jadi "pemenang" hadiah sastra
paling mahal di galaksi ini, Hadiah Nobel, pada th 1964 memutuskan
untuk memilih Jean-Paul Sartre dari Perancis.

Bisa dibayangkan betapa hebatnya peruntungan yang jatuh ke kepala
sastrawan-filsuf yang suka menulis karyanya di caf ini! Bukan hanya
jumlah duitnya yang bisa untuk beli sebuah pulau di sebuah kepulauan
tropis itu, tapi terutama keabadian namanya dalam konstelasi para
pujangga besar yang pernah dikenal peradaban manusia! Tapi apa yang
terjadi?

Sartre menolaknya! Jean-Paul Sartre menolak "anugerah" Hadiah Nobel
untuk Sastra tahun itu! Apa Sartre sudah gila? Apa mungkin cacat
matanya membuat saraf otaknya tidak mampu lagi bekerja normal,
seperti para sastrawan-Nobel lain yang normal itu? Entahlah, tapi
yang pasti Sartre tetap menolak Hadiah Nobelnya sampai dia meninggal
dunia. Kita tentu bertanya-tanya: kenapa Sartre menolak Hadiah
Nobelnya? Apa sebabnya?

Menurut yang empunya cerita, konon hanya ada dua alasan yang
diberikan Jean-Paul Sartre untuk menolak menerima Hadiah Nobel
Sastra untuk tahun 1964 itu: pertama, menurut Sartre seharusnya
penyair Komunis dari Chile bernama Pablo Neruda yang lebih pantas
untuk mendapat Hadiah Nobel Sastra tahun itu, dan kedua, Sartre
tidak mau karyanya dibaca hanya karena dia menang Hadiah Nobel yang
nota bene, menurutnya, merupakan produk/simbol dari masyarakat
borjuis-kapitalis yang direpresentasikan oleh Akademi Swedia itu
sendiri. Sartre berargumentasi, dari Uni Soviet hanya para pengarang
yang melawan rejim komunis saja yang mendapat Hadiah Nobel Sastra.
Nah, kan.

Mang Ucup
Email: mang.ucup@...
Homepage: www.mangucup.net

#2506 From: "gagak_sasuke" <bimasakti@...>
Date:: Thu Oct 13, 2005 3:32 pm
Subject: Bedanya Reiki dengan Kundalini ?
gagak_sasuke
Send Email Send Email
 
Saya ingin bertanya, bedanya reiki dengan kundalini apa ya ? Kok yang
saya baca di reiki ada mencakup kundalini juga. Kalau ingin
membangkitkan kundalini, saya harus ikut apa ya ?

Terima kasih

#2507 From: silvana mangano <prameswarijabar@...>
Date:: Thu Oct 13, 2005 3:54 pm
Subject: Undangan Milis Ashti_Holystis_Care
prameswarijabar
Send Email Send Email
 
Salam bagi semua rekan,

Kami mengundang rekan-rekan yang tertarik dengan diskusi tentang kesehatan
secara holistik, Pembangkitan Kundalini dengan Tradisi Shakti Upaya maupun Reiki
sebagai Divine Energy dalam Kemasan Golden Flower Ki yang merupakan apresiasi
Esensial Kundalini dan Esensial Reiki dari Yayasan Atman Shakti di Bandung

Rekan-rekan dapat bergabung dalam milis kami guna berdiskusi maupun
memperkenalkan Anda sendiri ataupun Keluarga Anda ataupun Rekan - Rekan Anda
yang berkeinginan untuk mendapatkan Therapy secara Long Distance ataupun Jarak
Dekat alias berhadap-hadapan ataupun berkeinginan untuk mendapatkan Attunement
Golden Flower Ki , silahkan berkunjung di milis baru kita di:
http://groups.yahoo.com/group/ashti_holystic_care

Diskusi akan berjalan marak dengan pola diskusi yang berkaitan terminologi
Kesadaran Sebagai Manusia dan bukan hanya sekedar energy untuk membahas habis
masalah Kesehatan secara Holistik tetapi bukan debat kusir lho......

Salam,

Moderator, ashti_holystic_care


---------------------------------
  Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]

#2508 From: silvana mangano <prameswarijabar@...>
Date:: Thu Oct 13, 2005 5:25 pm
Subject: Undangan di Milis Kesehatan Holistik
prameswarijabar
Send Email Send Email
 
Salam bagi semua rekan,



Kami mengundang rekan-rekan yang tertarik dengan diskusi tentang kesehatan
secara holistik, Pembangkitan Kundalini dengan Tradisi Shakti Upaya maupun Reiki
sebagai Divine Energy dalam Kemasan Golden Flower Ki yang merupakan apresiasi
Esensial Kundalini dan Esensial Reiki dari Yayasan Atman Shakti di Bandung

Rekan-rekan dapat bergabung dalam milis kami guna berdiskusi maupun
memperkenalkan Anda sendiri ataupun Keluarga Anda ataupun Rekan - Rekan Anda
yang berkeinginan untuk mendapatkan Therapy secara Long Distance ataupun Jarak
Dekat alias berhadap-hadapan ataupun berkeinginan untuk mendapatkan Attunement
Golden Flower Ki , silahkan berkunjung di milis baru kita di:
http://groups.yahoo.com/group/ashti_holystic_care

Diskusi akan berjalan marak dengan pola diskusi yang berkaitan terminologi
Kesadaran Sebagai Manusia dan bukan hanya sekedar Energy untuk membahas habis
masalah Kesehatan secara Holistik tetapi bukan debat kusir lho......Ayo kapan
lagi buat meramaikan Reiki dan Kundalini seperti dulu sebagai Anugrah Terbesar
dari Tuhan Yang Maha Esa



Salam,

Moderator, ashti_holystic_care





---------------------------------
  Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]

#2509 From: goro faiz <gorofaiz@...>
Date:: Thu Oct 13, 2005 9:25 pm
Subject: Re: [Mayapada Prana] Bedanya Reiki dengan Kundalini ?
gorofaiz
Send Email Send Email
 
Date: Thu, 13 Oct 2005 15:32:06 -0000
From: "gagak_sasuke" <bimasakti@...>
Subject: Bedanya Reiki dengan Kundalini ?

Saya ingin bertanya, bedanya reiki dengan kundalini
apa ya ? Kok yang
saya baca di reiki ada mencakup kundalini juga. Kalau
ingin
membangkitkan kundalini, saya harus ikut apa ya ?

Terima kasih

```````````````````````````````````````````````````````

Anda dapat mengikuti kundalini reiki atau mengikuti
shaktifat sahajayoga...

salam,




__________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs. Try it free.
http://music.yahoo.com/unlimited/

#2510 From: "dewa brata" <bugullor@...>
Date:: Fri Oct 14, 2005 1:02 am
Subject: Re: Tempat pembangkitan kundalini di Bandung
bugullor
Send Email Send Email
 
bukanya mayapadaprana mengadakan acara pembukaan kundalini?dan
tempatnya memang di bandung kan?silakan hubungi mas brewok...
atau bisa juga di sahaja yoga indonesia....
konon pusatnya juga di bandung...
saya gak begitu tahu...

salam
dewabrata
jakarta

--- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "gagak_sasuke" <bimasakti@w...>
wrote:
> Teman - teman, ada yang mengetahui tempat untuk pembangkitan kundalini
> di Bandung tidak ?
>
> Terima kasih

#2511 From: "dewa brata" <bugullor@...>
Date:: Fri Oct 14, 2005 1:05 am
Subject: Re: Bedanya Reiki dengan Kundalini ?
bugullor
Send Email Send Email
 
reiki energi dari luar....
dimana anda harus di atunement untuk menyelaraskan energi anda dengan
energi reiki,sehingga hanya dengan niat bisa anda panggil energi masuk
ke dalam tubuh anda dan anda pergunakan.ada yang bilang energi reiki
tertentu bisa membuka jalur susumna secara penuhs ampai ke bawah dan
berahir dengan membuka simpul kundalini di pusat kundalini di
susumna.kemudian melapisi susumna agar energi kundalini yang naik
tidak terasa panas dan menggigit.

kundalini adalah sebuah energi besar yang tertidur di perinium yang
konon bisi dibangkitkan dengan cara shaktipat.konon ahir perjalanan
kundalini adalah pencapaian pencerahan.

wallahualam bishowab

salam
dewabrata
jakarta

--- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "gagak_sasuke" <bimasakti@w...>
wrote:
> Saya ingin bertanya, bedanya reiki dengan kundalini apa ya ? Kok yang
> saya baca di reiki ada mencakup kundalini juga. Kalau ingin
> membangkitkan kundalini, saya harus ikut apa ya ?
>
> Terima kasih

#2512 From: madanirei kund <madanireikund@...>
Date:: Fri Oct 14, 2005 6:44 am
Subject: Undangan bergabung dalam Milis Kesehatan Holistik
madanireikund
Send Email Send Email
 
Salam bagi semua rekan,



Kami mengundang rekan-rekan yang tertarik dengan diskusi tentang kesehatan
secara holistik, Pembangkitan Kundalini dengan Tradisi Shakti Upaya maupun Reiki
sebagai Divine Energy dalam Kemasan Golden Flower Ki yang merupakan apresiasi
Esensial Kundalini dan Esensial Reiki dari Yayasan Atman Shakti di Bandung

Rekan-rekan dapat bergabung dalam milis kami guna berdiskusi maupun
memperkenalkan Anda sendiri ataupun Keluarga Anda ataupun Rekan - Rekan Anda
yang berkeinginan untuk mendapatkan Therapy secara Long Distance ataupun Jarak
Dekat alias berhadap-hadapan ataupun berkeinginan untuk mendapatkan Attunement
Golden Flower Ki , silahkan berkunjung di milis baru kita di:
http://groups.yahoo.com/group/ashti_holystic_care

Diskusi akan berjalan marak dengan pola diskusi yang berkaitan terminologi
Kesadaran Sebagai Manusia dan bukan hanya sekedar Energy untuk membahas habis
masalah Kesehatan secara Holistik tetapi bukan debat kusir lho......Ayo kapan
lagi buat meramaikan Reiki dan Kundalini seperti dulu sebagai Anugrah Terbesar
dari Tuhan Yang Maha Esa



Salam,

Moderator, ashti_holystic_care





---------------------------------
  Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]

#2514 From: "si Brewok" <red_conjurer@...>
Date:: Sat Oct 15, 2005 3:15 am
Subject: Re: Mohon tanggapannya
red_conjurer
Send Email Send Email
 
Tulisan di forum tsb berasal dari kutipan sebuah buku yang
berjudul : "Mengungkap Praktek Kesesatan Sihir Reiki, Tenaga Dalam dan
Ilmu Kesaktian". Milis ini dahuku pernah membahasnya sampai puanjang
sekali (perdebatan ruqyah vs reiki)

Tidak perlu diperpanjang lagi debat kusirnya. Mau ikut Ruqyah ?
Monggo. Mau belajar Reiki ? Silahkan ...

Sdr Gagak Sasuke bisa browse di archive milis ini (bulan juni-juli
2005) untuk melihat email-email yang membahas ruqyah dan reiki (Tentu
saja dari sudut pandang para praktisi Reiki dan Pranic Healer)

Om Sai Ram
=Brewok=

--- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "gagak_sasuke" <bimasakti@w...>
wrote:
> Teman - teman, saya menemukan link ini :
> http://www.ajangkita.com/forum/viewtopic.php?
> p=235409&sid=70539c72174611dda14de69192e874af
>
> Apa yang ditulis di link ini benar atau tidak ? Kalau benar,
alasannya
> apa, kalau salah juga alasannya apa ?
>
> Terima kasih

#2515 From: "si Brewok" <red_conjurer@...>
Date:: Sat Oct 15, 2005 3:25 am
Subject: Re: Tempat pembangkitan kundalini di Bandung
red_conjurer
Send Email Send Email
 
Anda bisa datang ke HQ Mayapada Prana di :
Jln. Badak 9 Bandung - 40262. Telp (022) 7301491
(Rumahnya Mbak Ratna)

atau di :
ATMAN SHAKTI FOUNDATION
Jl. Sanggar Kencana IX no.29
Komp. Sanggar Hurip, Soekarno-Hatta, Bandung
(022) 7312906

Beberapa Yayasan yang aktif mengadakan seminar2 Reiki seperti
Padmajaya (Reiki Tummo) juga membangkitkan Kundalini (untuk reiki
Tummo level 2).

Namaste


--- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "gagak_sasuke"
<bimasakti@w...> wrote:
> Teman - teman, ada yang mengetahui tempat untuk pembangkitan
kundalini
> di Bandung tidak ?
>
> Terima kasih

#2516 From: E d u a r d <red_conjurer@...>
Date:: Sat Oct 15, 2005 6:32 am
Subject: Past Life Regression : Menguak Tabir Kehidupan Masa lalu
red_conjurer
Send Email Send Email
 
Past Life Regression

M e n g u a k T a b i r K e h i d u p a n M a s a L a l u







Pamugari Widyastuti

Psikologis Klinis

Ketua Jurusan Psikologis

Universitas Paramadina













Pengantar




Manfaat metode regresi yang disertai meditasi dan visualisasi guna penyembuhan
keluhan psikologis serta fisik telah banyak ditulis oleh para ahli terapi
kondang seperti Brian L. Weiss M.D. dalam buku Through Time Into Healing [1992],
Many Lives, Many Masters, Mirrors of Time [2002], dan juga Michael Newton, PhD
dalam karya tulis berjudul Destiny Of Souls dan Journey Of Souls.



Melalui pengalaman mengingat kembali kehidupan yang lalu, gejala yang sekarang
dialami akan berangsur hilang dan perasaan damai serta nyaman yang mendalam akan
muncul. Kadang-kadang ingatan yang muncul berhubungan dengan trauma masa
kanak-kanak atau keadaan stres di dalam rahim. Akan tetapi umumnya
masalah-masalah yang dihadapi pada kehidupan yang sedang dijalankanlah yang
teratasi dengan metode ini.



Perlu diketahui bahwa dampak dari terapi regresi lebih daripada sekedar
menghilangkan keluhan-keluhan karena proses penyembuhan akan terjadi disetiap
tingkat eksistensi kita, termasuk fisik, emosi, dan spiritual. Selain itu
ternyata bagi yang sudah terbiasa melakukannya maka semakin mudah dan cepat.
Latihan secara teratur akan menunjang kesehatan fisik dan emosi serta membuka
jendela spiritual yang kemudian memberikan makna baru bagi kehidupan seseorang.









Manfaat Regresi




Latihan yang teratur secara mandiri dapat membuka pusat energi dalam diri
seseorang yang sebelumnya tidak disadari dimilikinya.

Contoh kasus: seorang wanita muda berusia 20an dengan keluhan fobia, depresi,
dan serangan kecemasan dituntun ke masa kehidupan lalu yang menimbulkan keluhan
fobia tersebut. Ternyata daya ingatnya membawanya pada masa silan 4000 tahun
yang lalu di daerah Timur Tengah dan setiap kali menjalankan regresi kehidupan
lalu, wanita tersebut semakin sehat hingga keluhan-keluhan yang dimilikinya
selama ini hilang sama sekali tanpa pengobatan apapun.



Perjalanan spiritual merupakan perjalanan kedalam diri kita dan untuk setiap
orang berbeda. Seorang guru atau Master dapat memberi petunjuk, namun tetap kita
sendiri yang harus menjalankannya. Kita maju dengan kecepatan masing-masing dan
tidak ada batas waktu ataupun jadwal untuk memperoleh pencerahan.



Latihan regresi tidak harus membawa perasaan menderita atau suatu kesedihan
karena mungkin sekali seseorang dapat mengingat kembali masa kanak-kanak yang
penuh keriangan, kebahagiaan, dan spontanitas.



Dengan mengembalikan ingatan ke masa kehidupan yang lalu maka akan muncul suatu
kesadaran bahwa ruh itu adalah abadi dan bahwasanya kita tidak pernah habis
kehidupannya sehingga dapat berkali-kali berjumpa dengan yang kita kasihi, baik
di alm lain [gaib] maupun di dalam kehidupan duniawi yang berikutnya.



Perlu diketahui bahwa perasaan frustrasi karena adanya tuntutan tertentu
terhadap proses dan diri sendiri, malahan dapat menghambat proses penyembuhan
dan transformasi. Dengan demikian hendaknya tidak mempunyai suatu harapan yang
terlalu besar dan biarkan proses regresi berjalan secara alami.



Terdapat contoh lain dimana seorang wanita setelah mengetahui bahwa dia di
kehidupan lalu meninggal karena digantung, langsung hilang rasa sakit khronis di
lehernya yang selama ini selalu gagal memperoleh pengobatan yang tepat. Aspek
lain dari kasus ini yang juga menarik adalah, sejak ia mengetahui bahwa hukuman
gantung tersebut merupakan akibat proses ketidakadilan maka ia selalu membela
yang tertindas dan memahami mengapa dia selalu terdorong untuk membantu mereka
yang menjadi korban.



Contoh lainnya, seseorang menderita asma dan bisa sembuh sesudah mengingat
kembali bahwa matinya di kehidupan yang lalu terjadi dalam sebuah kebakaran
sehingga menghirup banyak asap yang berkaitan dengan keluhan asmanya. Ada juga
seorang pria yang berhasil mengatasi ketakutan terbang sewaktu mengingat kembali
melalui letode regresi bahwa meninggalnya di masa Perang Dunia II karena pesawat
terbangnya tertembak jatuh.



Perlu diketahui bahwa tidak semua orang dapat langsung melihat kembali masa
lalunya yang mungkin saja terjadi akibat adanya gblokingh [trauma], tetapi hal
ini dapat diatasi dengan bimbingan secara sabar oleh seorang ahli. Setidaknya
seseorang akan merasakan keadaan yang sangat relaks dan nyaman karena dapat
melepaskan ketegangan. Secara umum orang tersebut dapat menghadapi stress serta
kemelut kehidupan dengan lebih tenang ditambah dengan kebiasaan bernafas dalam
dan relaksasi yang akan membantu supaya selalu tenang dan pikiran tetap fokus.



Para dokter mengetahui bahwa stres dan kecemasan dapat memberi beban pada system
kekebalan dan sebaliknya rasa damai di dalam diri seseorang memungkinkan kasih
mengalir dengan lancer dan mencegah segala penyakit. Orang yang jatuh cinta
mengalami fungsi kekebalan tubuh yang paling optimal. Pengalaman mengatur
pernafasan yang mendahului latihan regresi selalu membantu melepaskan ketegangan
yang langsung berdampak terhadap keluhan hipertensi, penyakit jantung koroner
dsb. Bahkan memperkuat kemauan untuk menurunkan berat badan dan melepaskan
ketergantungan pada minuman keras, narkotik, rokok serta mengatasi insomnia
[sulit tidur].







Mengubah Hubungan Antar Pribadi




Contoh seorang sarjana hukum yang menderita hipertensi bercerita bahwa ia
mempunyai hubungan yang kurang baik dengan anak lelaki tunggalnya. Hubungan
tersebut diwarnai kecemburuan dan persaingan yang berat dan ternyata sewaktu
menjalankan terapi regresi, ia dapat melihat bahwa pada suatu kehidupan di masa
lalu mereka sebaya dan bersaing menginginkan wanita yang sama. Sewaktu adanya
pemahaman baru ini, maka sikap sang ayah terhadap anaknya berubah secara total
dan meskipun anaknya tidak menjalankan terapi regresi, ia dapat bereaksi secara
positif terhadap perubahan sikap ayahnya sehingga mereka dapat menjalin rasa
kasih sayang dengan menyadari bahwa persaingan tsb merupakan sesuatu dimasa
lalu.



Perasaan rileks yang mendalam yang dicapai melalui latihan-latihan tersebut
dapat melepaskan ingatan di alam bawah sadar tentang masa kanak-kanak dan
membantu penyembuhan masalah emosional. Hal ini terjadi karena kenangan manis
dan bahagia membantu untuk memperbaiki harga diri kita.



Ada contoh kasus dimana seorang wanita meragukan cinta kedua orangtuanya. Dalam
proses regresi maka dia sampai pada gambaran saat dilahirkan oleh ibunya. Ia
merasakan kasih sayang yang sangat dalam sewaktu ibu dan ayahnya menerimanya
pada saat lahir dengan penuh kasih sayang.




Kesadaran ini mendorongnya untuk mengubah sikapnya terhadap kedua orangtuanya
dan membentuk suatu hubungan yang lebih dekat dan penuh kasih sayang dengan
mereka. Dia mampu mengubah masa sekarang [dan masa depan] dengan mengubah
sikapnya dan menjadi lebih sabar, penuh kasih serta mudah memaafkan kedua
orangtuanya. Dengan demikian kedua orangtuanyapun dapat mengekpresikan cinta
mereka secara lebih terbuka dan langsung. Banyak contoh lain dimana ingatan masa
lalu seperti diatas memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak, saudara,
serta suami dengan istri.







Pergeseran Nilai Hidup




Salah satu dari sekian banyak menfaat jika melakukan meditasi dan regresi
kehidupan masa lalu adalah: terjadinya pergeseran nilai-nilai kehidupan atau
perubahan dalam perspektif yang memungkinkan kita membedakan yang penting dan
yang tidak penting bagi kita.



Pergeseran itu terjadi ketika kita sadari bahwa kita adalah bagian dari seluruh
penciptaan yang bersifat abadi karena ruh kita tidak mati sewaktu tubuh fisik
mati. Saat kita menjalankan proses regresi kehidupan lalu, sekaligus muncul
dalam kesadaran kita bahwa kita pernah hidup sebelumnya dan akan selalu hidup
lagi dan bersatu kembali dengan orang-orang yang kita cintai. Dengan demikian
terjadi perubahan atau transformasi makna dari penderitaan dan masa berkabung
karena kita yakin bahwa meskipun terpisah secara fisik dengan keluarga dan teman
tetapi terbuka kemungkinan berjumpa lagi dialami lain atau dalam kehidupan yang
lain.



Kesadaran dan keyakinan bahwa kita pada dasarnya adalah mahluk spiritual,
merangsang perubahan-perubahan besar secara mendasar dalam menghayati kehidupan
sehingga mampu untuk lebih menghargai pengalaman-pengalaman seperti cinta,
hubungan antar pribadi yang positif dan sikap peduli. Selain itu kita akan
persepsikan hubungan kita dengan segala yang ada secara lebih jelas yang
langsung memberikan kebahagiaan hidup yang tak ternilai.



Prioritas membawa rasa frustrasi, dapat dilihat dengan sudut pandang yang sangat
berbeda serta kita menjadi lebih sabar dan mudah memahami. Di dalam diri kita
berkembang perasaan amat tenang dan damai. Halangan dan tantangan dalam hidup
diterima sebagai peluang untuk belajar dari kehidupan yang dijadikan sebagai
batu pijakan perjalanan evolusi ruh kita. Kita merupakan mahluk spiritual yang
bersifat abadi dan sedang dalam perjalanan pulang, selalu dalam kasihNYA serta
tidak pernah sendirian.







Menghargai Waktu Saat Ini




Mungkin manfaat terbesar dari pengalaman regresi kemasa kehidupan lalu adalah
kemampuan untuk lebih merasa bersyukur terhadap kehidupan yang terberi dari hal
yang terkecilpun sampai yang terbesar. Juga mampu untuk lebih mensyukuri
pengalaman-pengalaman hidup yang terberi di kehidupan masa sekarang. Aspek
inilah yang tidak dapat diganti dengan sikap manapun juga demikian tinggi unsur
spiritualitasnya. Keseluruhan sikap yang terjadi adalah demikian dekat dengan
Maha Pencipta, Tuhan YME, Allah SWT.



Selain itu dalam menjalankan hidup dapat lebih menerima kekurangan-kekurangan
orang lain karena mudah untuk memaafkan mereka yang masih/sedang mencari
pencerahan diri. Tidak menghakimi orang lain dan mengurangi sikap gosip karena
tahu bahwa apa pun pilihan seseorang semua berkaitan dengan pelajaran hidup yang
sudah ia tetapkan bersama Maha Pencipta dalam proses terpilihnya sebagai manusia
yang akan dilahirkan [proses pembuatan gprimordial contractg]. Sikap sombong
pasti akan terimbas dan lebih semangat untuk membuat rencana-rencana ke depan
sesuai dengan kodratnya dan biasanya hidupnya sudah lebih terarah pada memberi
kontribusi pada perbaikan kehidupan umat manusia secara keseluruhan yang
disebabkan oleh kesadaran yang kian menyatu dengan segala yang ada.



Dengan demikian begitu besar pengaruh dari Past Life Regression Therapy secara
sangat positif, baik langsung pada individu yang mengalaminya maupun pada
seluruh umat manusia dan kehidupan di planet bumi ini. 



God is a comic playing to an audience that's afraid to laugh














---------------------------------
  Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]

#2517 From: "mmhidayat" <mmhidayat@...>
Date:: Sat Oct 15, 2005 7:46 am
Subject: WEBSITE KERIS : Koleksi Baru di GALLERY & KOLEKSI Keris
mmhidayat
Send Email Send Email
 
Dear all Keris Lovers,

A few days ago I posted my updated weblink KOLEKSI Keris,in which I
have exhibited my collection.
I hope these collections can be used as reference and discussion
about the Keris Culture.

Any advise which can lead to a positive development of my website is
welcome.

The kerisses which are for sale can be viewed at GALLERY Keris.

I realy appreciate for your trust, positive feedback and advice, so
far.

Best of regards,

Hidayat.

http://keris.fotopic.net
http://gallerykeris.fotopic.net
http://mycontact.fotopic.net

===============================

Yth. Rekan-rekan pecinta budaya keris,

Kami sampaikan bahwa beberapa waktu lalu Website KOLEKSI Keris telah
kami update dengan menambahkan beberapa koleksi keris.
Semoga bisa menjadi suatu bahan referensi dan diskusi bagi rekan-
rekan semua.

Tentunya koleksi yang ada pada website tersebut masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu kami selalu menunggu berbagai masukan
bagi peningkatan kualitas informasi yang ada didalamnya.

Sedangkan untuk keris untuk dimaharkan, bisa dilihat di GALLERY
Keris.

Saya sangat menghargai segala bentuk kepercayaan yang telah
diberikan kepada saya, umpan balik yang positif dan masukan yang
diberikan selama ini.

Hormat saya,

Hidayat.

http://keris.fotopic.net
http://gallerykeris.fotopic.net
http://mycontact.fotopic.net

Messages 2486 - 2517 of 24079   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages 2486 - 2517 of 24079   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Advanced

Copyright � 2010 Yahoo! Southeast Asia Pte. Ltd. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help