... BERCERMIN DI TELAGA TEGURAN ... Share Yesterday at 5:55pm
“Tolonglah saudaramu, baik dia zhalim atau dizhalimi. Apabila dia zhalim, cegahlah. Bila ia dizhalimi, menangkanlah.” (HR. Al-Bukhari) Maha Suci Allah yang menciptakan alam ini begitu sempurna. Malam dan siang silih berganti melayani hidup manusia. Terang dan gelap pun menjadi sebuah kebutuhan makhluk-Nya di seluruh bumi. Tapi, tidak semua yang gelap boleh dibiarkan apa adanya. Anggaplah teguran sebagai hadiah rabbaniyah Tidak ada dosa dan kesalahan yang tanpa balasan. Semua akan dibalas oleh Allah swt., dalam kehidupan ini atau di akhirat kelak. Bayangkan jika dosa dan kesalahan bergulir tanpa terasa. Tanpa ada teguran, tanpa ada peringatan. Menggunungnya dosa dan kesalahan bahkan bisa menyumbat semua
cahaya kesadaran. Orang-orang seperti ini bukan hanya tidak menemukan pintu kesadaran, justru ia merasa kalau dirinya tergolong yang dapat petunjuk. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. [QS. Al-A'raf (7): 30]
Allah swt. selalu sayang pada hamba-hamba-Nya. Berbeda dengan orang kafir yang terus mendapat uluran peluang sehingga terus bermaksiat, orang mukmin tidak begitu. Sedikit bengkok, selalu ada teguran. Ada teguran langsung berupa musibah, ada teguran tidak langsung yang disuarakan melalui mulut manusia. Allah swt. bahkan mencirikan mereka yang saling menegur sebagai generasi yang selamat dari bencana kerugian: dunia dan akhirat. Maha Agung Allah swt. dalam firman-Nya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali,
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” [QS. Al-Ashr (103): 1-3]
Anggaplah teguran sebagai ungkapan sayang Kadang sulit menerjemahkan sebuah ungkapan dengan timbangan yang jernih dan lurus. Termasuk dalam soal teguran. Sederhananya, orang yang menegur diterjemahkan sebagai lawan yang menyusahkan, bahkan menjatuhkan.
Dalam timbangan akhlak, nilai sebuah teguran jauh dari terjemahan itu. Bahkan bertolak belakang. Teguran bukan untuk menyusahkan, melainkan memudahkan. Teguran bukan ungkapan marah, apalagi permusuhan. Melainkan, justru ungkapan sayang dan persaudaraan. Rasulullah saw. yang mulia mengatakan, “Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan).” (HR.
Adailami) Teguran adalah ungkapan sayang yang sejati seorang saudara terhadap saudaranya yang terjebak dalam kesalahan. Cinta karena Allah, dan benci pun karena Allah. Kalau bukan karena cinta, mungkin ia tak akan pernah menegur. Karena upaya itu begitu berat.
Anggaplah teguran sebagai guru lapangan Teguran tidak selalu berhubungan dengan dosa. Tidak selalu berhubungan dengan sesuatu yang prinsip. Ada teguran yang memang sangat diperlukan ketika sebuah wilayah teoritis dibumikan dalam wilayah aplikatif. Dalam hal berumahtangga misalnya. Ketika belum memasuki pernikahan, seseorang merasa sudah paham betul dengan yang namanya berumahtangga. Itu ia dapat dari buku, ceramah, dan sebagainya. Tapi, ketika berumahtangga menjadi sebuah kenyataan, semua menjadi berbeda. Realita kadang tidak selalu mengikuti idealita. Terjadi kegamangan di situ. Ada konflik suami isteri. Sesuatu yang dalam teori begitu indah, ternyata begitu gersang dalam
kenyataan di lapangan. Tentu, yang salah bukan idelitanya. Tapi, cara bagaimana menggapai idealita itu yang belum pas. Di sinilah, seseorang membutuhkan teguran. Dan teguran saat itu menjadi guru di lapangan realita.
Anggaplah teguran sebagai cermin memperindah diri Ego manusia selalu mengatakan kalau ia serba sempurna. Tidak ada cacat. Tidak ada noda. Semua bagus. Kalau ada orang yang menilai lain, pasti si penilai yang teranggap salah. Begitu pun yang mungkin terjadi dalam diri seorang mukmin. Dengan penuh percaya diri, ia yakini kalau semua langkahnya sempurna. Tidak ada yang salah. Yang salah adalah jika ada yang menganggapnya salah.
Dalam sudut pandang Islam, manusia adalah tempat salah dan lupa. Jadi, akan ada saja kemungkinan kalau seorang mukmin pun bisa khilaf. Kalau seorang ulama pun bisa salah. Kalau seorang pemimpin pun bisa kepeleset. Saat itu, ia butuh teguran sebagai cermin yang bisa
menyadarkan. Rasulullah saw. mengatakan, “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (HR. Al-Bukhari)
“ Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban),
supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah
direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena
itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada
orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)”. (Q.S.Al-Hajj 22:34).
Amal
Yang Dicintai Allah
Di setiap tahun kita
menemui bulan-bulan di mana banyak kesempatan bagi umat islam untuk melakukan
amal kebaikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT, baru saja kita
lalui bulan Ramadhan dan Syawwal yang berlimpah pahala dan penuh dengan rahmat
serta ampunan Allah SWT, tanpa terasa kita telah berada di bulan Dzulhijjah
atau dikenal dengan bulan Haji. Sebagaimana halnya dengan Lailatul Qadar yang
nilainya lebih baik dari seribu bulan dan turun di sepuluh hari akhir Ramadhan,
maka sepuluh hari bulan Dzulhijjah merupakan lading amal dan limpahan pahala
bagi umat Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Tiada hari di mana amal saleh pada
saat itu lebih dicintai oleh Allah dari pada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini”.
Para sahabat bertanya :”Tidak juga jihad fi sabilillah?” Rasul menjawab : Tidak
juga jihad fi sabilillah, kecuali bagi seseorang yang berangkat dengan
mempertaruhkan jiwa dan hartanya, kemudian ia pulang tanpa membawa sesuatu apa
pun”.(HR. Bukhari dari Ibnu Abbas). Allah SWT berfirman : “Demi fajar, dan
malam yang sepuluh”. (Q.S. Al-Fajr 89:1-2). Malam yang sepuluh di sisni ada
yang menafsirkan malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, ada pula yang
menafsirkan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram, termasuk di dalamnya Hari
Asyura. Tapi Imam Ibnu Katsir mengatakan : “Sesungguhnya itu adalah malam yang
sepuluh pertama di bulan Dzulhijjah”.
Amalan
Di Sepuluh Hari Dzulhijjah
Di sepuluh hari bulan Dzulhijjah disunnahkan agar banyak
melakukan amal-amal kebaikan, di antaranya :
·Pergi
Haji dan Umrah
Bulan
Dzulhijjah dikenal dengan sebutan Bulan Haji, karena pelaksanaan ibadah haji
hanya sah bila dilaksanakan pada bulan ini, sebagaimana sabda Nabi SAW dari
Jabir bin Abdullah, “Tidak pantas seorang pun untuk berihram haji, keculai
hanya di bulan Haji”. (HR. Imam Asy-Syafi’I dan Imam Baihaqi). Ibdah Haji
merupakan satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi yang memiliki
kemampuan, baik harta mau pun fisik, sebagaimana firman Allah SWT:
“…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang
sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…”. (Q.S.Ali ‘Imran 3:97). Juga
perintah Nabi SAW : “Wahai sekalian manusia, sengguh Allah telah mewajibkan
aras kalian mengerjakan haji, maka berhajilah”. (HR.Muslim dari Abu Hurairah).
Keutamaan
dan pahala haji dan umrah ini sangatlah menjanjikan. Rasulullah SAW bersabda:
“Umrah yang satu ke umrah berikutnya menjadi pelebur dosa yang terjadi di
antara keduanya. Tidak ada balasan bagi haji mabrur, selain surga”. (HR.
Muslim). Dalam riwayat yang lain: “Barangsiapa yang mengerjakan haji dengan
tidak berbuat atau berkata yang tak senonoh, maka keadaanya setelah selesai
hajinya seperti ketika dilahirkan dari perut ibunya (tanpa dosa)”. (Hadis
Muttafaq’alaih).
·Berpuasa
Mengingat
anjuran Nabi SAW tentang keutamaan untuk beramal saleh di sepuluh hari di awal
bulan Dzulhijjah di antaranya ialah berpuasa selama Sembilan hari di awal
Dzulhijjah, Imam Ibnu Rajab Al Hambali berkata: "Boleh berpuasaa dari
hari-hari awal Dzulhijjah, boleh juga tidak”. Imam Nawawi menganggapi tentang
puasa ini: “Sesungguhnya ia amat dianjurkan:. Namun demikian diusahakan untuk
berpuasa pada Hari Arafah, yaitu di saat para jamaah haji sedang wukuf di
Padang Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah.
Puasa Hari Arafah
Puasa
pada tanggal 9 Dzulhijjah ini oleh Rasulullah disebut dengan “shaumu yaumi
Arafah, puasa hari Arafah”. Dan ganjarannya menurut Nabi SAW : “Berpuasa pada
hari Arafah (9 Dzulhijjah) karena mengharap pahala dari Allah, melebur
dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun sesudahnya”. (HR. Muslim dari Abu
Qatadah). Puasa Hari Arafah ini hukumnya sunnah mu’akadah bagi umat muslim,
sedang jamaah haji tidak dibebankan Puasa Arafah (Ahmad, abu Dawud dan Ibnu
Majah). Tidak diperbolehkan berpuasa pada Hari Nahar (10 Dzulhijjah) dan
hari-hari Tasyriq (11,12 dan 13 Dzulhijjah) sesuai sabda rasulullah SAW : “
Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada
Allah ‘Azza wa Jalla”.. (HR. Muslim dari Nubaisyah al Hudzali RA).
·Takbir, Tahlil dan Tahmid
Membaca
Takbir
Disunnahkan
memperbanyak mengingat Allah SWT dengan membaca takbir dan tahmid selama
sepuluh hari awal Dzulhijjah. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, bahwa
Nabi SAW bersabda : “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan
lebih Dia cintai amal saleh di dalamnya, selain dari pada hari-hari yang
sepuluh ini. Oleh kerena itu perbanyaklah di dalamnya bacaan tahlil, takbir dan
tahmid” (HR. Ahmad). Takbir disunnahkan dikumandangkan dengan suara keras pada
lelaki di masjid, di rumah, pasar dan di segala tempat yang diperbolehkan untuk
berdzikir untuk mengumumkan pengagungan terhadap Allah SWT.
Dalam
riwayat saheh diceritakan, bahwa Ibnu Umar dan abu Hurairah RA, keduanya keluar
kepasar pada hari-hari sepuluh sambil mengumandangkan takbir, sedang sementara
orang-oarang pun bertakbir mengikuti takbir keduanya. (HR. Bukhari). Mereka
bertakbir sendiri-sendiri, bukan secara bersama-sama. Takbir yang demikian
disebut takbir muthlaq, karena dibaca tidak terikat waktu dan tempatnya. Firman Allah Ta’ala: “.. Hari yang telah
ditentukan..”. (Q.S. Al-Hajj 22:28). “..Hari yang telah ditentukan (ayyamin
ma’lumat) dalam Al-Qur’an dan terjemahannya, Departemen Agama RI, ditafsirkan
sebagai Hari Nahar (Hari Raya Haji) dan Hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan
13 Dzulhijjah. Takbir yang ditentukan waktunya seperti ini disebut takbir
muqayyad yang biasa dibaca pada hari nahar dan hari tasyriq selesai shalat
fardhu lima waktu. Ali bin Abu Thalib dan Ibnu Mas’ud RA melakukannya mulai
ba’da shalat Ashar berjamaah hari ketiga tasyriq (13 Dzulhijjah). Masing-masing
bertakbir sendiri-sendiri, karena tidak disyariatkan bertakbir secara
berjamaah.
·Banyak
Beramal Saleh
Disyariatkan
banyak melakukan amal kebaikan di hari-hari sepuluh itu, baik berupa ibadah
wajib maupun sunnah, seperti shalat, baca Alquran, berdzikir, doa, bertaubat,
bersedekah dan perbuatan amar ma’ruf banhi munkar lainnya, mengingat amal saleh
pada sepuluh hari itu sangat dicintai Allah SWT.
·Shalat
‘Idul Adha
Rasulullah
SAW biasa melakukan shalat ‘Idul Adha lebih awal disbanding shalat ‘Idul Fithri
untuk mempercepat waktu penyembelihan hewan qurban. Berangkat shalat ke tanah
lapang dengan tidak makan dan minum sebelumnya. Berbeda dengan shalat ‘Idul
Fithri yang dianjurkan untuk makan dan minum lebih dulu sebelum berangkat
shalat. (HR. Ahmad).. Disunnahkan berangkat ke tempat shalat bersama keluarga
dan pulang-pergi mengambil jalan berlainan. Diakhiri khutbah ‘Ied yang
dianjurkan untuk didengarkan hingga usai khutbah.
·Menyembelih
Hewan Qurban
Qurban
merupakan bentuk amal saleh yang utama, bahkan paling utama pada sepuluh hari
di bulan Dzulhijjah. Yaitu dengan menyembelih hewan qurban yang dimulai se usai
shalat ‘Idul Adha dan berakhir saat tenggelam matahari, hari ketiga tasyriq (13
Dzulhijjah). Urutan hewan qurban yang paling utama adalah unta kemudian sapi
untuk jatah qurban satu orang lalu domba (kibas), kambing lokal, baru sesudah
itu sepertujuh unta dan sepeprtujuh sapi. Umur hewan diutamakan untuk unta 5
tahun, sapi 2 tahun dan kambing 1 tahun atau hampir 1 tahun dan hewan harusn
dalam keadaan sehat tidak memiliki cacat, seperti kurus yang sampai kelihatan
tulang rusuknya. Tidak cacat mata, rabun atau buta, tidak sakit, tidak robek,
terbelah atau berlubang kupingnya dan tidak pincang atau lumpuh. Sedang cacat
gigi menurut Imam Ahmad, Abu Dawud dan Bukhari tidak apa-apa. Berdoa di kala
menyembelih dengan doa yang ringkas, seperti: “Allahumma Hadza Min….(sebut nama
yang berkurban). Bismillah, Allahu Akbar”. (HR. Muslim). Qurban merupakan
bentuk peneladanan kepada Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan anaknya Nabi
Ismail AS, sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT. Marilah kita sonsong
sepuluh hari di awal Dzulhijjah dengan amal kebaikan untuk taqarrub ilallah.
Ibuku hanya punya satu mata. Aku benci dia.. Dia begitu memalukanku. Dia memasak untuk murid dan guru guna mencukupi kebutuhan keluargaku. Suatu
hari saat aku di sekolah dasar, ibuku mendatangiku dan mengucap salam
padaku. Aku begitu malu saat itu. Bagaimana dia bisa melakukan itu
didepan teman2 ku.?! Aku abaikan dia dan melempar pandangan benci
padanya sambil lari. Esok harinya, salah seorang teman kelasku
mengejeku dgn mengatakan " Eee, ibumu hanya punya satu mata.." Aku malu sekali dan ingin mati rasanya, aku juga ingin ibuku pergi dari kehidupan ku. Aku
bertengkar hebat dengan ibuku dan kukatakan padanya : "Kalau ibu hanya
jadi sumber bahan tertawaan teman teman ku, mengapa ibu tak mati
saja.!! Ibuku tak menjawab...
Aku sama sekali tak mau berfikir
ttg apa yang ku katakan, aku tak perdulikan apapun perasaan dia, aku
ingin keluar dari rumah itu.. Jadi aku belajar dgn keras agar aku mendapat kesempatan belajar keluar negeri..
kemudian aku menikan dan ku beli rumah, aku punya anak dan aku hidup bahagia. Suatu waktu, ibu mengunjungiku. Dia bertahun tahun tak melihatku, bahkan belum pernah bertemu Cucunya. Ketika
ibu berdiri didepan pintu, anak2ku mentertawakanya, aku berteriak
padanya : Betapa beraninya kamu datang kerumah ku dan menakuti
anak2ku.?? PERGI DARI SINI, SEKARANG.!!! Ibuku menjawab perlahan : Maaf saya salah alamat. Dan diapun pergi
Suatu waktu ada undangan Reuni dikirimkan kerumahku, jadi aku berbohong pada Istriku, ku katakan bhw aku ada tgs diluar kota. Usai
Reuni aku mampir ke kampungku untuk sekedar rasa ingin tahu. Salah
seorang tetanggaku mengatakan bhw ibuku telah meninggal dunia. Aku tak
terharu ataupun meneteskan airmata, tetanggaku menyerahkan sepucuk
surat dari ibuku untuk ku.
Anaku tersayang.. Aku memikirkan mu
setiap waktu. Maafkan aku datang ke rumahmu dan membuat takut anak2mu.
Aku sangat gembira ketika ku dengar kau akand datang ke Reuni, tapi
sayangnya aku tak bisa bangkit dari tempat tidur untuk melihatmu, maaf
kan aku yang membuatmu malu kamu disaat kita masih bersama.
Ketahuilah
anak ku.. Ketika kau masih kecil.. Kau mengalami kecelakaan yang
membuatmu kehilangan 1 mata mu. Sebagai ibu, aku tak bisa berdiam diri
membiarkan mu tumbuh dengan 1 mata saja. Jadi, kuberikan 1 mataku
padamu.
aku sangat bangga pada anak ku yang telah memperlihatkan dunia baru untuk ku ditempat mu, dengan mata ini bersama cintaku.
Pemakaian kendaraan selama periode tertentu akan menimbulkan keausan di komponen mesin, seperti di piston maupun di silinder, yang mengakibatkan kompresiberkurang, mesin tidak bertenaga, suara mesin menjadi kasar, tarikan berat, dan berasap (ngebul).
Problem ini bisa diatasi tanpa harus turun mesin, yaitu dengan menggunakan Nano Energizer, sebuah produk Korea Selatan berteknologi nano ceramic yang mampu melapisi (coating) bagian-bagian mesin yang telah aus.
Apakah Nano Energizer Itu?
Nano Energizer adalah partikel nano yang berukuran sangat kecil 20-25 nano (1 micron = 1000 nano). Partikel nano akan bekerja di dalam mesin secara optimal dengan memanfaatkan panas dan tekanan saat mesin bekerja.
Bagian mesin yang sudah aus akan diisi oleh partikel nano secara berlapis (coating) sehingga membentuk membran yang sempurna di seluruh permukaan bagian dalam mesin. Nano Ceramic Coating memiliki kekutana 20x lebih kuat daripada baja. Sehingga tidak hanya berfungsi memperbaiki bagian mesin yang aus, melainkan juga memulihkan kondisi dan tenaga mesin ke tingkat semula serta memperpanjang umur mesin secara signifikan.
Bagaimana Nano Energizer Bekerja Memulihkan Silinder & Piston yang Aus?